Maslahat Gelar Insinyur Bagi Sarjana Perikanan dan Peternakan

Maslahat Gelar Insinyur Bagi Sarjana Perikanan dan Peternakan

- in Berita, Kabar Kampus
143
0

Ahli Profesional bidang Peternakan sedang bekerja di usaha peternakan Ayam. (Foto : web Balai Veteriner Subang)

karakterunsulbar.com – Gelar Profesi Insinyur dapat memberi maslahat yang besar bagi sarjana Perikanan dan Peternakan.
Manfaat menyandang gelar Insinyur itu antara lain, membuka peluang karir lebih luas dengan penghasilan kompetitif.

” Pasar kerja di era globalisasi satu sisi makin terbuka, namun disisi lain dibutuhkan tenaga kerja yang professional. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja professional itu, gelar profesi Insinyur menjadi solusinya, ” kata Dr. Ir. Tenriware, dosen Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) Unsulbar, Jumat, 31/10/2025.

Dr. Ir. Tenriware merupakan salah satu dosen di Unsulbar yang telah berhasil meraih gelar Insinyur. Ia resmi meraih gelar Insinyur bidang Teknik Kelautan dan Perikanan pada Juli 2025.

Menurut Tenriware, era globalisasi membuka peluang lebih luas bagi Kerjasama pembangunan, investasi antar negara. Dengan kondisi seperti itu, tentu membutuhkan tenaga kerja ahli yang professional dan tersertifikasi.

” Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) misalnya yang merupakan integrasi ekonomi regional di Kawasan, tentu membutukan tenaga professional, gelar profesi insinyur sebagai tenaga professional ini dijamin oleh regulasi. Gelar Insinyur bagi sarjana Perikanan dan Peternakan semakin membuka peluang maju berkarir,” ungkap Dr. Ir. Tenriware yang juga wakil dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fapetkan.

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ilham Akbar Habibie sebagaimana dikutip dari Mediaindonesia.com menyampaikan data tentang masih kurangnya jumlah insinyur di Indonesia.
Menurutnya, Vietnam yang memiliki 9.000 orang insinyur per satu juta penduduk, Korea Selatan memiliki 25.000 insinyur per satu juta penduduk.
PII mencatat jumlah insinyur di Indonesia saat ini  baru sekira 2.670 orang per satu juta penduduk.

Sosialisasi

Sejalan dengan penjelasan tentang posisi strategis gelar Profesi Insinyur itu, Fapetkan Unsulbar menggelar kuliah umum dan sosialisasi profesi insinyur.
Panitia menghadirkan narasumber utama, Prof. Ir. Budi Guntoro yang juga merupakan dekan fakultas Peternakan UGM dan Ketua Badan Keilmuan Teknik Peternakan PII.

Prof. Budi Guntoro didepan civitas akademika Fapetkan Unsulbar, dosen, mahasiswa serta tenaga kependidikan menjelaskan pentingnya peran insinyur dalam mendorong kemajuan sektor peternakan modern dan berkelanjutan.

Ia mengatakan, sertifikasi insinyur profesional sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.
“Dengan sertifikasi profesi, lulusan akan memiliki pengakuan kompetensi yang diakui secara regional. Ini adalah modal penting untuk berkontribusi di dunia kerja global,” tambahnya.

Dekan Fapektan Unsulbar, Prof. Ir. Sitti Nurani Sirajuddin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Budi di kegiatan yang berlangsung 18 Oktober 2025 itu.
Ia menekankan pentingnya kegiatan sebagai upaya untuk memberikan inspirasi dan motivasi besar bagi mahasiswa untuk terus berkembang menuju profesionalisme.

” Kegiatan uliah umum dan penjelasan tentang profesi Insinur ini memperluas wawasan serta menumbuhkan harapan baru bagi masa depan peternakan dan keinsinyuran di Indonesia Timur,” kata Dekan Prof. Sitti Nurani.

Undang – Undang no 11/2014 tentang Keinsyinyuran serta peraturan pemerintah nomor 25/2019 tentang pelaksanaan UU nomor 11/2014 menyebutkan bahwa upaya memajukan peradaban dan meningkatkan kesejahteraan umat manusia dicapai melalui penyelenggaraan keinsinyuran yang andal dan profesional yang mampu meningkatkan nilai tambah, daya guna dan hasil guna, memberikan pelindungan kepada masyarakat, serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. ( rls )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pemilihan Langsung Wakil Dosen Untuk Senat Universitas Mengemuka

Dosen Unsulbar, Abdi Manaf, MT (foto : web