Akhir Ramadhan, Para Pejuang Kumpul di Rektorat

Akhir Ramadhan, Para Pejuang Kumpul di Rektorat

- in Kabar Kampus
3006
1

karakterunsulbar.com – Sejumlah pejuang pembentukan provinsi Sulawesi Barat berkumpul di Rektorat Unsulbar, kelurahan Tande Timur, Majene, Kamis 22 Juni 2017. Pertemuan di akhir bulan Ramadhan itu, selain  buka bersama, juga diisi dengan diskusi yang bertema tentang arah pembangunan Sulbar agar tetap sesuai visi misi awal pendirian provinsi Sulbar.

Sejumlah tokoh pejuang Sulbar yang hadir dalam pertemuan tersebut juga merupakan petinggi Unsulbar, mereka antara lain : Dr. Akhsan Djalaluddin ( Rektor Unsulbar), Dr. Rahmat Hasanuddin (Dewan Penyantun Unsulbar), Syahrir Hamdani (dosen FISIP Unsulbar), Ahmad Zamad (sekretaris rektor), Mujirin M. Yamin (dekan Fakultas Ekonomi) dan Dr. Burhanuddin (dekan Fakultas ISIPOL).

Tampak ikut hadir juga dalam pertemuan para pejuang Sulbar lainnya antara lain : Harun ( wakil ketua DPRD Sulawesi Barat) dan Muhammad Hamzih (Kepala Dinas Tenaga Kerja Sulbar).

Dari internal Unsulbar lainnya yang juga hadir : wakil rektor II Anwar Sulili, Ketua LPPM dan PM Dr. Kadir Paloloang serta sejumlah tenaga kependidikan Unsulbar.

Sekretaris Rektor, Ahmad Zamad yang juga merupakan saat perjuangan Sulbar menjadi sekretaris di Komite Aksi Pembentukan Provinsi (KAPP) Sulawesi Barat menjelaskan, pertemuan para tokoh pejuang Sulbar di kampus Unsulbar merupakan silaturahmi sambil berdiskusi tentang arah pembangunan Sulbar di masa mendatang.

Mengenai lokasi pertemuan di kampus Unsulbar menurut Ahmad Zamad, karena perjuangan Sulbar dan perjuangan pendirian kampus Unsulbar merupakan satu kesatuan tidak terpisahkan.

” Setelah keduanya berdiri ( provinsi Sulbar dan Unsulbar,-), para pejuang menginginkan arah pembangunan Sulbar tetap dalam visi misi awal perjuangan,” kata Ahmad Zamad.

Pada kesempatan itu, Dr. Rahmat Hasanuddin menegaskan para pejuang pembentukan Sulbar yang sebagaian besar juga merupakan pendiri Unsulbar akan terus aktiv mengawal arah pembangunan provinsi.
Menurut Rahmat, pihaknya akan memberikan masukan dan kritik konstruktif kepada pemerintah provinsi Sulbar.

” Dalam waktu dekat ini forum pejuang pembentukan provinsi Sulbar akan resmi terbentuk, itu yang akan mengawal arah kebijakan pembangunan agar tetap sesuai cita – cita awal perjuangan pembentukan provinsi,” tambah Rahmat.

Silaturahmi para pejuangan Sulbar di rektorat Unsulbar tersebut berlangsung akrab, para pejuang aktiv menyampaikan pendapat yang intinya mengharapkan cita – cita awal perjuangan dapat diimplementasikan pemerintah provinsi.

Sementara itu, rektor Akhsan Djalaluddin yang saat perjuangan pembentukan Provinsi tercatat sebagai koordinator Pokja Pengembangan SDM menyatakan, Unsulbar sebagai bagian tidak terpisahkan dari provinsi Sulbar, maka pihaknya tentu akan terus memberikan masukan secara ilmiah kepada pemerintah dan DPRD Sulbar.

” Masukan ilmiah yang akan kita berikan ke pemerintah provinsi itu dengan harapan agar arah pembangunan sesuai cita – cita awal daerah ini menjadi provinsi,” jelas Rektor Akhsan.

NKRI

Disamping mendiskusikan pembentukan lembaga yang menampung eksponen pejuang pembentukan provinsi, pertemuan di ruang kerja rektor Unsulbar tersebut juga membahas tentang komitmen para pejuang untuk ikut berperan aktiv menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI) berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

Menurut Rahmat Hasanuddin, pendirian provinsi Sulbar sejak awal sudah komitmen bahwa Sulbar sampai kapanpun tetap bagian dari NKRI.

Rahmat menjelaskan, Sulbar itu sangat menjaga nilai-nilai budayanya. Sejak terbentuk, yang inklusif, toleran sehingga tidak pernah terjadi konflik antar mayarakat karena dipicu isu SARA.

“Disini ada etnis Jawa, etnis Toraja, Bugis dan segala macam disini. Tidak pernah sama sekali pun kami mempersoalkan itu. Toleransi luar biasa dari sini (Sulbar,-) agar NKRI tetap kokoh,” tegas Rahmat. (RD02)

About the author

irwan
Nama saya Irwan atau lebih dikenal dengan nama Irwan Fals. Maklum, saya pecinta Iwan Fals. Saya lahir 24 tahun yang lalu di Majene. Kini saya memasuki semester akhir di Prodi Pendidikan Biologi Unsulbar. Cita-cita utama saya sekarang ya lulus kuliah, tidak ada yang lain. Sudah hampir 'lapuk' di Unsulbar. Jadi mohon doanya, semoga saya lulus tahun ini. Amin ya Allah.

1 Comment

  1. Ijin share artikelnya min, sangat bagus dan berguna bagi pembaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Resmi Berdiri, Prodi Bisnis Digital Unsulbar Siap Terima Mahasiswa Baru

karakterunsulbar.com – Program studi Bisnis Digital yang baru