Riset Dosen Unsulbar : Kembangkan Alat Praktikum Fisika Canggih dan Murah

Riset Dosen Unsulbar : Kembangkan Alat Praktikum Fisika Canggih dan Murah

- in Berita, Kabar Kampus
40
0

Kegiatan pengembangan prototipe alat praktikum fisika berbasis sensor Arduino. (Foto : Ist)

Karakterunsulbar.com – Pelajaran Fisika seringkali dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit karena cenderung berorientasi pada penguasaan konsep yang bersifat matematis dan abstrak. Minimnya kegiatan praktikum akibat keterbatasan alat dan bahan di laboratorium sekolah menyebabkan siswa kehilangan kesempatan untuk mendapat pengalaman belajar yang aplikatif.

Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melakukan sebuah inovasi terapan.
Tim yang diketuai oleh Dr. Nuraisyah Humairah, M.Pd., ini mengembangkan prototipe alat praktikum fisika berbasis sensor Arduino. Alat peraga ini dirancang untuk mengukur kecepatan, percepatan, dan gaya, dan akan diimplementasikan di MAN 1 Majene.

Dr. Nuraisyah Humairah dalam laporan penelitiannya menekankan pentingnya praktik langsung dalam belajar sains.
“Fisika merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang mengkaji berbagai fenomena alam. Oleh karena itu, pembelajaran fisika tidak cukup hanya disampaikan melalui teori, tetapi perlu didukung oleh kegiatan eksperimen yang mampu menghubungkan konsep dengan realitas,” katanya.

Selain Dr. Nuraisyah, riset itu juga melibatkan tim peneliti lainnya yakni Andi Rosman, M.Si serta melibatkan para mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Unsulbar.

Teknologi Canggih dengan Biaya Ramah Kantong

Salah satu keunggulan utama dari alat ini adalah harganya yang ekonomis. Untuk menjaga efisiensi anggaran sekolah, tim Dr. Nuraisyah mengeliminasi penggunaan sensor berharga mahal (seperti load cell dan sensor ultrasonik).

Sebagai gantinya, alat ini mengandalkan mikrokontroler Arduino Uno R3 yang dihubungkan dengan tiga buah sensor inframerah (IR Obstacle). Cara kerjanya cukup sederhana: sebuah troli kecil akan ditarik oleh beban melintasi papan kayu, lalu sensor akan membaca waktu tempuhnya saat melewati titik-titik tertentu.
Data tersebut kemudian diolah secara otomatis oleh sistem untuk menghitung kecepatan, percepatan, dan gaya benda, yang hasilnya langsung ditampilkan di layar LCD.

Berdasarkan pengujian awal menggunakan simulator Wokwi, sistem ini terbukti sangat responsif. Selain desainnya yang hemat biaya, alat ini mampu menghilangkan potensi human-error atau kesalahan manusia yang kerap terjadi jika pengukuran waktu masih menggunakan stopwatch manual.

Melibatkan Siswa Secara Langsung

Pengembangan alat praktikum ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Saat kegiatan berlangsung di sekolah, tampak antusiasme puluhan siswa dan siswi berseragam putih abu-abu di dalam ruang kelas.

Proses perakitan dan uji coba alat juga mendapat perhatian dari tim riset, para peneliti intens melaksanakan aktivitas di laboratorium, salah satunya adalah pada proses uji coba komponen alat ukur.

Saat ini, progres perakitan fisik (hardware dan mekanik) alat praktikum ini telah mencapai 40 persen. Tahapan selanjutnya, tim akan melakukan kalibrasi dan uji coba lapangan secara langsung dalam kegiatan praktikum siswa di MAN 1 Majene.

Penelitian yang ditargetkan meraih Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) level 4 ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep fisika para siswa, tetapi juga bisa menjadi percontohan inovasi praktikum yang dapat direplikasi dengan mudah oleh sekolah-sekolah lain. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Polemik Peraturan Senat Unsulbar : Dosen Minta Tinjau Ulang

Dosen mengikuti upacara di halaman gedung Perkuliahan kampus