Bersama Nelayan, Dosen Unsulbar Rehabilitasi Karang Teluk Mandar

Bersama Nelayan, Dosen Unsulbar Rehabilitasi Karang Teluk Mandar

- in Berita
1189
0
Gerakan rehabilitasi karang di pesisir Sulawesi Barat kembali digelar civitas akademika Unuiversitas Sulawesi Barat ( Unsulbar ).
Kali ini dosen program studi Budidaya Perairan fakultas Perikanan dan Peternakan Unsulbar bersama nelayan Majene melakukan rehabilitasi karang dengan metode transplantasi di perairan Tamo dan Barane, kecamatan Banggae Timur, kabupaten Majene.
 
Dosen Program studi Budidaya Perairan yang juga anggota tim transplantasi karang, Muhammad Syukri, S. Kel, M.Si,  Rabu (27/07) menjelaskan transplantasi karang di perairan Tamo dan Barane Majene merupakan realisasi program hibah IbM atau Iptek bagi Masyarakat dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi ( Ristek Dikti) 2016.
 
Selain Syukri, tim Ibm Tranplantasi karang juga terdiri dari para dosen Unsulbar lainnya antara lain, Andi Arham Atjo, S.Kel serta Nur Hikma Ramadhana dosen Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas MIPA.
Tim IbM juga dibantu sejumlah mahasiswa Perikanan Unsulbar. 
Foto : Dosen Fakultas Perikanan dan Peternakan Unsulbar, Muhammad Syukri, S.Kel, M.Si (paling kanan ) saat kegiatan rehabilitasi karang di perairan Barane, kawasan Teluk Mandar, kabupaten Majene     ( foto : tim IbM Rehablitai Karang Unsulbar)
Menurut Syukri, alasan utama rehabilitasi karang di perairan Barane dan Tamo karena pihaknya prihatin melihat hasil riset bahwa kondisi karang di daerah tersebut sudah kritis.
Syukri menyampaikan secara umum, saat ini hanya 20 hingga 30 persen saja karang di perairan Majene dalam kondisi normal.
Tamo dan Barane merupakan dua daerah  di kecamatan Banggae Timur yang berada di pesisir Teluk Mandar.  
 
” Harapan kami setelah kegiatan ini, nelayan dan warga secara umum semakin menyadari arti penting keberadaan karang. kemudian nelayan dan masyarakat pesisir akan secara mandiri merehabilitasi karang,” jelas Syukri. 
 
Kegiatan IbM Transplantasi Karang di Tamo dan Barane berlangsung 13 – 14 Juli 2016.
kegiatan diisi diawali dengan penyamapaian materi dalam ruangan kepada para nelayan tentang pentingnya Terumbu Karang dan teori tata cara merawat, merehabilitasi karang.
 
Kepada para nelayan, tim IbM Unsulbar menjelaskan tentang manfaat karang begitu besar bagi kehidupan baik manusia maupun bagi ikan di laut.
karang bermanfaat untuk melindungi pantai dan penduduk dari hantaman ombak dan arus, menjadi sumber penghasilan bagi nelayan (tangkapan ikan), Kekayaan pariwisata bahari yang berdaya jual tinggi (memancing, menyelam, snorkeling), sumber kekayaan laut yang bisa digunakan sebagai obat-obatan alami serta sebagai laboratorium alam untuk pendidikan dan penelitian. 
 
Selain materi dalam ruangan tentang teori memelihara karang, tim IbM juga melakukan praktek bersama nelayan tentang transpalantasi karang.
para dosen Unsulbar, mahasiswa Perikanan serta para nelayan sama – sama turun ke laut melakukan praktek transplantasi karang. 
 
” Kami memilih transplantasi Karang  dalam merehabilitasi ekosistem terumbu karang, karena lebih mudah dipahami nelayan,  dan lebih efisien pada saat penerapannya di Lapangan bila dibandingkan dengan metode terumbu karang buatan dan akresi Mineral.(rd01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Alarm dari Laut Majene: Ikan Terbang Kian Menipis, Akademisi Unsulbar Desak Upaya Penyelamatan

Illustrasi Ikan Terbang atau Bau Tui – Tuing.