Empat Kali Wisuda, Total Sarjana Unsulbar 1.366 Orang

Empat Kali Wisuda, Total Sarjana Unsulbar 1.366 Orang

- in Berita
1353
0
Universitas Sulawesi Barat ( Unsulbar ) kembali menelorkan ratusan sarjana dan ahli madya.
Pada wisuda periode ke IV ( Empat ) Unsulbar, Kamis (02/06), sebanyak 343 orang mengikuti wisuda sarjana di aula Masjid Agung Ilaikal Mashir, Majene.
Hadir dalam acara wisuda ini antara lain rektor Unsulbar Akhsan Djalaluddin, gubernur Sulbar yang diwakili Asisten II pemprov Sulbar Jamil Barambangi, pendiri Unsulbar Rahmat Hasanuddin serta pimpinan TNI – Polri di kabupaten Majene.
 
Dalam pidato wisudanya, Rektor Akhsan Djalaluddin menyatakan dengan wisuda ke Empat ini, total sarjana dan ahli madya yang telah dihasilkan Unsulbar mencapai 1.300 orang lebih.
 
Sebelumnya Unsulbar telah mewisuda 503 orang pada wisuda 1 Desember 2014, 342 orang pada wisuda 15 Juni 2015, 175 lulusan pada 30 November 2015.
 
” Unsulbar secara bertahap tapi pasti telah melewati masa transisi dan memasuki masa normalisasi, ini juga ditandai makin tingginya minat warga untuk mendaftar di Unsulbar,”kata Rektor Unsulbar.
 
Selanjutnya, rektor Akhsan Djaluddin menyampaikan kedepan Unsulbar kedepan masih akan menghadapi sejumlah tantangan dalam kelancaran proses belajarm salah satunya kecukupan ruang kelas.
Menurut Rektor Akhsan, pihaknya masih tetap mengharapkan bantuan uluran tangan dari pemkab Majene untuk mengatasi masalah tersebut. 
 
” Unsulbar adalah aset yang tidak ternilai dimiliki masyarakat Sulbar, sehingga terhadap setiap masalah Unsulbar kami tetap harapkan bantuan dari pemprov Sulbar dan pemkab Majene,” kata Akhsan.
 
sementara itu, gubernur Sulbar yang diwakili Asisten II Pemprov Sulbar Jamil Barambangi menyatakan pemerintah akan terus membantu Unsulbar sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya Unsulbar memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang akan mengisi pembangunan Sulbar dimasa mendatang.
 
” Kepada mahasiswa yang diwisuda hari ini, saya meminta agar terus belajar, terutama kuasai bahasa Asing, khususnya Inggris dan Mandarin, persaingan kedepan semakin ketat dengan berlakunya pasar bebas,” kata Jamil..
 
Jamil yang juga mantan pelaksana tugas Sekprov Sulbar menjelaskan, Cina atau Tiongkok menjadi “raksasa” baru ekonomi dunia sehingga untuk memperbesar peluang kerja dan usaha para sarjana, modal bahasa Mandarin sangat penting. ( fh ) 

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Manisnya Asa di Desa Saragian: Kolaborasi Mahasiswa Unsulbar dan Pengrajin Aren Menembus Pasar Digital

Pengrajin Aren di desa Saragian, kecamatan Alu, Polewali