“Jumat Berkah” FKIP Unsulbar berlangsung di depan Gedung A, Kampus Padha-Padhang, kelurahan Tande Timur, Jumat(11/9/2026). ( Foto : Ist)
Karakterunsulbar.com – Pagi di kampus acapkali diwarnai langkah bergegas para mahasiswa, di mana sebagian dari mereka mungkin merelakan waktu sarapan demi mengejar jam kuliah pertama. Namun, sebuah pemandangan berbeda dan sarat empati tersaji di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Majene, ketika inisiatif berbagi menghadirkan kehangatan di tengah rutinitas akademik.
Unit Sosial dan Keagamaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsulbar melalui program “Jum’at Berkah” terus rutin berkegiatan dengan membagikan 70 nasi kotak kepada para mahasiswa. Seperti pada Jumat, (11/9/2026), bertempat di depan Gedung A Unsulbar. Sasaran utama dari program ini adalah para perantau ilmu yang tiba lebih awal di kampus.
Gerakan komunal ini dirancang tidak sekadar sebagai ajang bagi-bagi makanan. Rangkaian kegiatan diawali dengan kekhusyukan sholat Dhuha berjemaah pada pukul 07.15 hingga 07.30 WITA, sebelum dilanjutkan dengan prosesi pembagian nasi kotak yang berlangsung hingga pukul 07.45 WITA. Keseriusan pihak fakultas dalam merawat tradisi ini terlihat dari kehadiran Dekan FKIP Unsulbar, Dr. Kartika Hajati, M.Pd, Ketua Unit Sosial dan Keagamaan, Ridwan, M.Pd., beserta anggota unit Dr. H. Mithhar, M.Pd. dan Dr. Nurmiati, M.Pd..
Dalam keterangan pers yang diterima Redaksi Karakterunsulbar.com, Ketua Ridwan menjelaskan, gerakan ini merupakan wujud nyata dari upaya membangun budaya saling peduli, berbagi, dan membantu sesama di ekosistem kampus.
” Terima kasih kepada seluruh donatur yang mengambil peran, unit ini berharap semangat kepedulian antar sesama dapat terus tumbuh subur dan mengakar menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya di Unsulbar,” kata Ridwan.

Hiskia Rosmania, mahasiswa Hubungan Internasional, menuturkan bahwa kegiatan ini terasa hangat dan menyenangkan karena menciptakan ruang untuk berbagi langsung bersama teman-teman, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan mahasiswa.
Senyum kelegaan turut terlukis di wajah Nurul Magfira, mahasiswa FKIP. Baginya, inisiatif ini sangat krusial dalam meringankan beban pengeluaran makan siang. Lebih dari itu, sentuhan kepedulian ini membuatnya merasa lebih diperhatikan, yang pada gilirannya memantik semangat ekstra untuk mengikuti berbagai kegiatan kampus. Nurul pun melambungkan harapan agar program ini dapat menjelma menjadi rutinitas mingguan yang jangkauannya meluas ke fakultas lain, diiringi porsi dan variasi menu yang lebih beragam.
Gaung kepedulian ini rupanya berhasil meruntuhkan sekat antar-fakultas. Tasya, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), memberikan apresiasinya terhadap program tersebut. Di matanya, “Jum’at Berkah” sukses menyulap suasana kampus menjadi lebih peduli, membuktikan bahwa kehidupan universitas tidak melulu berfokus pada kegiatan perkuliahan semata. Tasya menyimpan asa agar ke depannya pembagian ini dapat berjalan lebih teratur dengan kuota yang ditambah, sehingga lebih banyak mahasiswa yang membutuhkan dapat terlayani dengan baik. (rls/RD01).

