Keterangan foto : Diseminasi hasil riset tentang pengembangan rumput laut di kabupaten Majene, berlangsung di aula gedung Theatre, Kampus Padha-Padhang, Senin, (07/08).
karakterunsulbar.com – Hasil riset tim yang diantaranya terdiri atas dosen Universitas Sulawesi Barat menyimpulkan, pantai Majene yang kerap diterjang ombak besar tetap punya potensi usaha rumput laut sebagai penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Riset para pakar perikanan dan lingkungan itu merokemendasikan dukungan para pemangku kepentingan dalam pengembangan rumput laut di Majene.
” Pesisir Majene memang kita tahu bersama kerap diterjang ombak besar pada musim tertentu, sehingga menjadi tantangan tersendiri untuk menumbuhkembangkan usaha rumput laut, nah hasil riset yang telah kami lakukan, tantangan ombak besar itu dapat ditanggulangi dengan berbagai metode salah satunya metode keramba,” kata ketua Tim Riset Dr. Nur Indah Sari Arbit yang juga dosen Ilmu Perikanan Unsulbar, Selasa, (09/08).
Lebih lanjut, Dr. Indah menjelaskan daerah pesisir Sulawesi Barat menawarkan kondisi yang ideal untuk pertumbuhan rumput laut, khusus untuk Majene potensi usaha rumput laut didukung garis pantai mencapai lebih 140 km dan lahan tambak yang luas.
Pemaparan hasil penelitian mengenai rumput laut ini disampaikan Dr. Indah bersama tim riset yang tergabung dalam program Ground Work Analysis (GWA) pada kegiatan diseminasi bertajuk “Optimilisasi Potensi Rumput Laut Sebagai Penguatan Ekonomi Masyarakat Pesisir di Kabupaten Majene”, Senin, 7 Agustus 2023 di aula Theater, Kampus Padha – Padhang, Unsulbar.
Acara dibuka secara resmi Wakil Dekan II Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Sulawesi Barat, Marsudi, M.Si.
Selain Dr. Indah Sari, tim riset GWA Rumput Laut ini terdiri atas para ahli perikanan dan lingkungan antara lain; Suparjo Razasli Carong, M.Sc (Dosen Unsulbar), Erwin, M.M., Dian Lestari, M.Si, Mulihartati Thabrani, S.Pi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Majene serta Prof. Dr. Fadli Syamsudin, M.Sc dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat dan BRIN.

Pengembangan Rumput Laut
Diseminasi mengenai pengembangan rumput laut itu dihadiri ratusan orang, diseminasi diwarnai dialog interaktif tim riset dengan para peserta berasal yang berasal dari unsur pelaku usaha rumput laut, masayarakat pesisir, dosen dan mahasiswa Unsulbar serta unsur pemerintah provinsi Sulbar dan kabupaten Majene.
Para peserta mengapresiasi riset tim GWA bahwa ternyata sesuai hasil penelitian usaha rumput laut menyimpan potensi ekonomi bagi masyarakat di pesisir.
Menurut anggota tim GWA, Supardjo Razasli Carong yang juga peneliti bidang lingkungan, Program Ground Work Analysis (GWA) 2022-2023 merupakan program kerjasama antara Conservation Strategy Fund (CSF) dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University dalam upayamendukung keberlanjutan sumberdaya kelautan dan perikanan.

Sementara itu, Program Manager Yayasan Strategi Konservasi Indonesia (YSKI)- Conservation Strategy Fund (CSF) Abdul Muis Sulaiman menyampaikan harapan agar dari hasil riset ini dapat diterapkan sehingga membawa manfaat bagi masyarakat.
” Untuk mengembangkan rumput laut di Majene, kami merekomendasikan kepada para pemangkut kepentingan untuk memberikan dukungan mulai dari perizinan, bantuan pembibitan, zonasi lahan hingga inovasi teknolgi,” ungkap Supardjo.(AR)

