Empat Rumah Ludes Terbakar di Galung, Tendik Unsulbar Tiba Saat Api Telah Menghabiskan Rumahnya

Empat Rumah Ludes Terbakar di Galung, Tendik Unsulbar Tiba Saat Api Telah Menghabiskan Rumahnya

- in Berita
316
0

Lokasi kebakaran Galung Tengah, Kecamatan Banggae, Majene, Rabu 24/6/2026. salah satu rumah yang terbakar adalah milik tendik Unsulbar. (foto: Ist)

Karakterunsulbar.com — Siang itu, M. Pajri Abadi masih menjalankan tugasnya di Kampus Talumung. Sebagai tenaga kependidikan di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sulawesi Barat, ia tak pernah membayangkan kabar yang diterimanya sekitar pukul 11.00 WITA akan mengubah hari biasa menjadi duka mendalam.

Rumah yang selama ini ia tempati bersama orang tuanya di Lingkungan Galung Tengah, Kelurahan Galung, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, ikut ludes dalam kebakaran yang menghanguskan empat rumah warga, Rabu, 24 Juni 2026.

“Saya dapat informasi sekitar jam 11.00 saat berada di rektorat. Waktu itu kebakaran sudah berlangsung. Saya langsung pulang, saya tiba api sudah membakar semua,” kata Pajri dengan suara berat saat ditemui Rabu sore, 24/6/2026.

Kebakaran terjadi menjelang siang, sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WITA. Api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah warga lain. Angin yang bertiup kencang membuat upaya penyelamatan barang menjadi nyaris mustahil. Dalam waktu singkat, rumah-rumah yang berdiri berdampingan itu berubah menjadi puing dan arang.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Barang berharga milik warga tidak sempat diselamatkan karena api datang begitu cepat. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Bagi Pajri, yang tersisa hanya rasa terpukul. Rumah yang menjadi tempat pulang, tempat tinggal bersama orang tua, serta ruang menyimpan banyak kenangan, habis dilalap api. “Tidak ada barang yang bisa diselamatkan,” ujarnya.

Usai api berhasil dikendalikan, lokasi kebakaran dipasangi garis polisi. Warga sekitar berdatangan, sebagian membantu membersihkan sisa kebakaran, sebagian lain berdiri terpaku menyaksikan puing-puing rumah yang tersisa.
Petugas pemadam kebakaran, aparat kepolisian, TNI, Babinsa, pemerintah kelurahan, dan warga, sebelumnya bahu-membahu melakukan penanganan di lokasi.

Penanganan Korban

M. Pajri Abadi (kiri) bersama Wadek III FIKES, Dr. Laode Hidayat di sekitar lokasi kebakaran Galung, Majene. (foto : Ist)

Duka yang menimpa Pajri juga menggerakkan keluarga besar Universitas Sulawesi Barat. Sejumlah unsur civitas akademika turun langsung ke lokasi, di antaranya Wakil Rektor III Unsulbar, Dr. Nur Fitriayu Mandasari, Wakil Dekan Fikes, Dr. Laode Hidayat, serta sejumlah dosen dan tenaga kependidikan.

Wakil Dekan Fikes Unsulbar, Dr. Laode Hidayat, mengatakan pihak fakultas telah melakukan langkah darurat dengan menurunkan tim kesehatan untuk memantau kondisi para korban. Selain itu, pihak kampus juga mulai membuka donasi sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak, khususnya keluarga besar Unsulbar yang ikut menjadi korban.

Menurut Laode, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana, tidak hanya di tingkat masyarakat, tetapi juga di lingkungan perguruan tinggi.

Ia menilai perlu ada lembaga khusus di tingkat universitas yang fokus pada penanggulangan bencana, kemanusiaan, dan pengurangan risiko bencana.
“Lembaga itu penting untuk hadir di bidang penanggulangan bencana, kemanusiaan, dan pengurangan risiko bencana yang juga tentunya akan membantu masyarakat secara luas,” kata Dr. Laode.

Kini, para korban masih membutuhkan bantuan darurat. Di tengah puing-puing rumah yang hangus, solidaritas warga dan kepedulian berbagai pihak menjadi tumpuan awal untuk bangkit.

Bagi Pajri dan keluarganya, kehilangan rumah bukan sekadar kehilangan bangunan, melainkan kehilangan ruang hidup yang selama ini menjadi tempat bernaung dan merawat orang tua.

Namun, dari musibah itu pula, kepedulian mulai tumbuh. Di Galung Tengah, duka tidak dipikul sendiri. Warga, pemerintah setempat, aparat, dan civitas akademika Unsulbar mulai bergerak, memastikan para korban tidak menghadapi masa sulit ini sendirian. (RD01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Manisnya Asa di Desa Saragian: Kolaborasi Mahasiswa Unsulbar dan Pengrajin Aren Menembus Pasar Digital

Pengrajin Aren di desa Saragian, kecamatan Alu, Polewali