Manisnya Asa di Desa Saragian: Kolaborasi Mahasiswa Unsulbar dan Pengrajin Aren Menembus Pasar Digital

Manisnya Asa di Desa Saragian: Kolaborasi Mahasiswa Unsulbar dan Pengrajin Aren Menembus Pasar Digital

- in Berita, Kabar Kampus
100
0

Pengrajin Aren di desa Saragian, kecamatan Alu, Polewali Mandar. Di desa ini mahasiswa Unsulbar Tim PPK Ormawa ARENOVA 2026  melaksanakan program pengabdian masyarakat. (Foto:ist)

Karakterunsulbar.com – Pohon aren telah lama menjadi urat nadi kehidupan dan sumber penghidupan utama bagi sebagian warga Desa Saragian, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar. Namun, di balik manisnya air nira yang menetes setiap pagi, ada tantangan besar yang dihadapi para petani tradisional: keterbatasan inovasi produk dan akses pasar.

Peluang sekaligus tantangan inilah yang menggerakkan 11 mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) dari berbagai disiplin ilmu. Melalui program ARENOVA, mereka datang membawa misi besar: menyulap nira aren lokal menjadi komoditas unggulan yang siap bersaing di pasar digital.

Suasana hangat dan penuh optimisme begitu terasa di Balai Desa Saragian pada Rabu (24/6). Universitas Sulawesi Barat secara resmi menyerahkan Tim PPK Ormawa ARENOVA 2026 kepada pemerintah desa setempat untuk memulai langkah kolaboratif selama empat bulan ke depan. Momen penuh semangat ini

Program bertajuk “ARENOVA: Pemberdayaan Pelaku Usaha Nira Aren Melalui Inovasi Produk dan Digitalisasi Pemasaran Berbasis E-Commerce Menuju Desa Saragian Sentra UMKM Berkelanjutan” ini dirancang bukan sekadar untuk memenuhi tugas kuliah, melainkan membawa solusi nyata dari hulu ke hilir.

Sentuhan Teknologi 

Dosen Pendamping Tim, Sudirman, S.TP., M.T., menjelaskan bahwa para mahasiswa akan mendampingi warga setempat secara intensif lewat serangkaian program modernisasi. Rencana aksi nyata yang dibawa oleh Tim ARENOVA meliputi:  Introduksi Alat Pengaduk Otomatis: Menghadirkan teknologi tepat guna untuk membantu efisiensi dan produktivitas pengolahan aren di tingkat pengrajin.

Program lainnya; Pelatihan Inovasi & Kemasan: Mengembangkan variasi produk turunan aren dan mendesain kemasan baru agar tampil lebih memikat konsumen modern.  Digitalisasi Pemasaran & QRIS: Membuka keran pasar yang lebih luas melalui platform e-commerce, membangun branding UMKM, hingga menerapkan sistem pembayaran digital.  Serta Edukasi Keuangan: Mendampingi pelaku usaha dalam melakukan pencatatan keuangan yang rapi, sehat, dan profesional.

Kekuatan tim ini juga terletak pada kolaborasi lintas ilmu. Ke-11 mahasiswa tersebut memadukan keahlian dari program studi Teknologi Hasil Pertanian, Agribisnis, Manajemen, Akuntansi, hingga Teknik Sipil untuk membangun fondasi UMKM yang kokoh di Desa Saragian.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unsulbar, Dr. Nur Fitriayu Mandasari, M.Si. Saat menyerahkan mahasiswa, ia menekankan pentingnya proses belajar dua arah antara mahasiswa dan masyarakat.

“Kami menitipkan anak-anak kami kepada Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Desa Saragian untuk bersama-sama belajar, berkolaborasi, dan mengabdi selama kurang lebih empat bulan ke depan. Semoga kehadiran mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mereka,” tutur Dr. Nur Fitriayu dengan penuh harap.

Senada dengan hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unsulbar, Daud Irundu, M.Hut., menyampaikan apresiasi tinggi atas kegigihan mahasiswa yang berhasil meloloskan ide inovatif ini hingga meraih pendanaan nasional.

Menurutnya, inilah esensi sejati dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, ketika ilmu pengetahuan dari bangku kuliah langsung mengakar dan memberi dampak pada kesejahteraan masyarakat.

Merespon kehadiran mahasiswas, Kepala Desa Saragian, Misbahuddin, S.Sos., menyambut rombongan UNSULBAR dengan tangan terbuka dan antusiasme tinggi. Baginya, kehadiran Tim ARENOVA adalah jawaban atas mimpi para perajin aren di desanya yang ingin naik kelas.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa Unsulbar, Program ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kami, khususnya para pelaku UMKM pengolahan nira aren. Pemerintah Desa Saragian siap mendukung penuh dan berkolaborasi demi mewujudkan desa ini sebagai sentra UMKM aren yang mandiri dan berkelanjutan,” kata Misbahuddin optimis.

Acara pelepasan yang ditandai dengan pemasangan jaket almamater dan nametag secara simbolis ini menjadi babak baru bagi Desa Saragian.

Selama empat bulan ke depan, narasi tentang nira aren di desa ini tidak lagi hanya tentang mempertahankan tradisi leluhur, melainkan cerita tentang optimisme, inovasi, dan masa depan ekonomi desa yang jauh lebih manis. (rls)

 

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Empat Rumah Ludes Terbakar di Galung, Tendik Unsulbar Tiba Saat Api Telah Menghabiskan Rumahnya

Lokasi kebakaran Galung Tengah, Kecamatan Banggae, Majene, Rabu