Ikhtiar Dosen Unsulbar Mendorong Literasi Mikrokontroler di Mamuju

Ikhtiar Dosen Unsulbar Mendorong Literasi Mikrokontroler di Mamuju

- in Artikel, Berita
18
0

Tim pengabdian DIPA Prodi Pendidikan Fisika melaksanakan kegiatan pembelajaran dan praktik pengenalan coding serta teknologi sensor berbasis mikrokontroler di SMKN 1 Rangas Mamuju (foto: ist)

Karakterunsulbar.com – Penguasaan teknologi digital dan sistem otomatisasi menjadi aspek krusial dalam menunjang kompetensi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menghadapi era industri terintegrasi. Sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat pendidikan vokasi di daerah, Tim Pengabdian Kemitraan DIPA Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar pelatihan pemrograman dan teknologi sensor berbasis mikrokontroler bagi siswa konsentrasi elektronika di UPTD SMKN 1 Rangas, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Kepada redaksi karakterunsulbar.com, Jumat, 18/9/2026, ketua Tim Dr. Nur Aisyah Humairah, M.Pd., menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai keterhubungan antara perangkat keras, sensor, mikrokontroler, dan instruksi program.

Pembelajaran dilakukan secara bertahap melalui pendekatan praktik langsung untuk mengenalkan konsep dasar Input-Process-Output pada sistem elektronika cerdas.
Disamping Dr. Nur Aisyah, komposisi tim dosen juga terdiri atas Andi Rosman N, M.Si, Fauziah A, M.Si., serta dua mahasiswa.

Menurut Dr. Aisyah, kegiatan yang berlangsung Kamis, 16 September 2026 tersebut juga untuk memfasilitasi eksperimen mandiri dan mengantisipasi keterbatasan perangkat keras fisik, pelatihan ini memanfaatkan platform simulasi elektronika berbasis web, Wokwi.

” Melalui simulator tersebut, para siswa dilatih menyusun struktur dasar program Arduino, seperti fungsi setup() dan loop(), hingga perintah kontrol logika seperti pinMode(), digitalRead(), digitalWrite(), dan kondisi if,” ungkap Dr. Nur Aisyah.

Pada sesi inti, peserta mempraktikkan pengoperasian sensor DHT22 untuk mengukur parameter suhu dan kelembapan lingkungan. Siswa tidak hanya diajar menyambungkan rangkaian dan memanggil library program, melainkan juga ditantang untuk memodifikasi kode serta menganalisis perubahan data yang ditampilkan melalui layar Serial Monitor.

Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan keberanian bereksperimen serta mengasah keterampilan pemecahan masalah (problem solving) pada diri siswa saat menghadapi gangguan teknis. Langkah nyata perguruan tinggi dalam menjangkau satuan pendidikan kejuruan ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan kompetensi sumber daya manusia di Sulawesi Barat di bidang otomasi dan teknologi berbasis mikrokontroler. (Rls/VIN)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Sinergi Penangangan Anak Tidak Sekolah, Unsulbar Hadirkan Unit Edukasi & Pemberdayaan Masyarakat

Peluncuran  Unit Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat FKIP Unsulbar. (Foto