Mahasiswa Kembali Jadi Korban Jalur Ekstrim Padha-Padhang

Mahasiswa Kembali Jadi Korban Jalur Ekstrim Padha-Padhang

- in Kabar Kampus
2105
0

Foto : Mahasiswa F-MIPA, Indayani menjalani perawatan intensif di Puskesmas Lembang, Rabu (13/12).  ( Foto : Sumitro ) 

karakterunsulbar.com – Kerusakan jalan ke kampus baru Unsulbar di Padha-Padhang, kelurahan Tande Timur kembali memakan korban.
Kali ini seorang mahasiswi fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) menderita luka parah setelah terjatuh saat berkendara melewati “jalur ekstrim” belakang BTN Lino Malogha ke Kampus Padha -Padhang.

Mahasiswa yang kali ini menjadi korban ganasnya jalur ekstrim Padha-Padhang adalah Indayani dari program studi Matematika Sains angkatan 2017.

Kondisi korban cukup parah, kaki kirinya luka berdarah serius.
Itu terjadi karena saat terjatuh, tersungkur ke bumi bersama tumbangnya motor, kaki kirinya masuk di putaran velg ban.

Keterangan yang dihimpun, peristiwa naas itu terjadi, Rabu siang, jam 13:30 saat korban pulang kuliah dari kampus Padha -Padhang.
Korban yang saat itu dalam posisi dibonceng temannya pulang naik motor melalui jalur tembusan ke belakang BTN Lino Malogha.

” Kami memilih jalur belakang BTN Lino Malogha karena lebih dekat, kalau lewat jalur Tundaq, selain jauh juga dalam kondisi rusak,” kata Masnur, rekan korban yang memboncengnya.

Kondisi jalur belakang BTN Lino Malogha saat itu licin, sebagian bahkan berlumpur setelah dalam beberapa hari ini Majene diguyur hujan.

Korban kemudian dilarikan ke puskesmas Lembang untuk mendapat perawatan perdana.
Setelah dokter Puskesmas Lembang membeirkan pertolongan pertama, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene.

” Korban dirujuk Ke RSUD Majene, untuk di rongent, untuk mengetahui seberapah parah keretakan tulang yang terjadi ” dr.Nisa, dokter Puskesmas Lembang.

Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Majene di ruang Cempaka.

Tanggung Jawab Pemkab

Salah seorang dosen Teknik Sipil, Afriansyah, MT mengatakan, di musim hujan, perlu perjuangan lebih ekstra untuk menuju kampus baru.
Menurutnya jalan ke kampus baru diluar musim hujan saja sudah sulit diakses, apalagi saat jalanan berlumpur.

” Mestinya pemerintah kabupaten Majene sebagai pemilik jalan tersebut, cepat tanggap memperbaiki jalanan, beton yang retak diperbaiki, jalan yang tanah dibeton atau diaspal. ” kata alumni Magister Teknik ITS Surabaya tersebut.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan Unsulbar, Abdi Manaf yang mendampingi korban mengaku prihatin dengan kondisi jalan ke kampus baru.

” Pihak kampus harus mendorong pemkab Majene untuk secepat memperbaiki jalan ke kampus baru, untuk menghidari korban selanjutnya.” kata Abdi Manaf. (RD01)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Mahasiswa Perikanan Gelar Lomba Karya Tulis Ilmiah, Peserta Berbagai Kampus Bawa Ide Menarik

Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang digelar Himapri