Syarat Lulus KKN, mahasiswa Unsulbar wajib tanam pohon

Syarat Lulus KKN, mahasiswa Unsulbar wajib tanam pohon

- in Berita
1014
0

Gerakan penghijauan menjadi salah satu fokus Universitas Sulawesi
Barat (Unsulbar), salah satu aksi dari gerakan tersebut adalah setiap
mahahasiswa diwajibkan menanam pohon sebagai syarat lulus pada program
Kuliah Kerja Nyata (KKN). Selasa, 29/03 Unsulbar memulai gerakan
penghijauan dengan menamanam ribuan pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS)
Abaga.

 

Ketua Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Penjaminan Mutu
(LPPM & PM) Unsulbar, Dr. Abdul Kadir Paloloang, Selasa (29/03 )
menjelaskan syarat kelulusan bagi mahasiswa lulus dalam program KKN
adalah wajib menanam pohon di desa lokasi mereka ber-KKN.

 

” Untuk bisa lulus KKN, setiap mahasiswa wajib menanam paling sedikit
25 batang bibit pohon, ini akan dicek dosen supervisor mereka sebelum
diberikan nilai akhir,” kata Kadir disela pencanangan penanaman pohon
Unsulbar di DAS Abaga, Selasa (29/03). Kadir menambahkan, selain di hulu
DAS Abaga, penanaman pohon oleh mahasiswa peserta KKN juga berlangsung
di 15 titik lainnya di kabupaten Majene dan kabupaten Polewali Mandar.

 

Pencanangan gerakan penanaman pohon Unsulbar berlangsung di hulu DAS
Abaga  tepatnya di desa Simbang, Kecamatan Pamboang. Hadir dalam acara
itu antara lain Bupati Majene Kalma Katta, Rektor Unsulbar Dr. AKhsan
Djalaluddin, ketua LPPM & PM Unsulbar Abdul Kadir Palolang, para
dosen Unsulbar serta ratusan mahasiswa peserta KKN Unsulbar gelombang ke
VI.

 

Di acara tersebut, bupati, rektor, para dosen serta dan mahasiswa
Unsulbar secara bersama-sama menanam pohon berbagai jenis antara lain ;
pohon Mangga, Kemiri dan Lengkeng. Warga sendiri menyambut antusias
gerakan penanaman ini, apalagi pohon ditanam merupakan tananam produktif
atau pohon yang dapat menghasilkan bagi masyarakat. Pohon tersebut
berasal dari sumbangsih dinas Kehutanan Sulbar dan Dinas Kehutanan
kabupaten Majene.

 

Rektor Unsulbar Dr. Akhsan DJalaluddin saat memberikan sambutan
menyampaikan program penanaman pohon Unsulbar ini sebagai bagian dari
perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya program pengabdian
kepada masyarakat.

 

Menurut rektor, makin berkurangnya pohon di Daerah Aliran Sungai
Abaga menjadi masalah serius bagi Majene pasalnya dari tahun ke tahun
air di DAS Abaga semakin menyusut, akibatnya warga selalu dilanda krisis
air. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Majene juga menjadikan air dari
DAS abaga sebagai salah satu sumber pasokan air. Bila di musim kemarau
terjadi krisis air, sebaliknya di musim hujan makin minimnya pohon di
DAS Abaga menyebabkan rawan terjadi banjir. ” Unsulbar sebagai bagian
dari masyarakat ingin terlibat aktiv dalam gerakan menghijaukan kembali
DAS Abaga,” kata rektor Akhsan Djalaluddin.

 

Sementara itu, bupati Majene Kalma Katta mengapresiasi atas gerakan
penghijauan yang dilaksanakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN Unsulbar,
menurut Kalma gerakan penghijauan seperti ini sangat penting dalam upaya
reboisasi DAS Abaga. Kalma menceritakan memori saat masih kecil, air di
sungai Abaga yang mengalir hingga ke kota Majene sangat melimpah, DAS
abaga sangat subur sehingga banyak pohon yang tumbuh berkembang. ” KIta
berharap selain gerakan penanaman seperti ini, juga penting diperhatikan
adalah program pemeliharaan tanaman agara dapat tumbeh,” kata Kalma
Katta.

 

Setelah penanaman perdana pohon di hulu sungai Abaga, Unsulbar akan
melanjutkan penanaman pohon di 15 titik lainnya baik di Majene maupun di
Daerah Aliran Sungai Mandar, Tinambung. (Afsar)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Manisnya Asa di Desa Saragian: Kolaborasi Mahasiswa Unsulbar dan Pengrajin Aren Menembus Pasar Digital

Pengrajin Aren di desa Saragian, kecamatan Alu, Polewali