Pelajaran Demokrasi dari Pilpres Mahasiswa UNG

Pelajaran Demokrasi dari Pilpres Mahasiswa UNG

- in Berita
1379
0
Ditengah gelaran Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) serentak yang berlangsung di 101 kota, kabupaten dan provinsi se Indonesia, Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo ( UNG ) juga menggelar pesta demokrasi, Pemilihan Presiden Mahasiswa periode 2017 – 2018.
Setiap tahap pemilhan berlangsung menarik, Empat pasangan calon beradu visi di kampanye dan bertarung gagasan di debat kandidat. 
 
Kendati di level mahasiswa, namun suguhan proses demokrasi dari mahasiswa UNG dalam memilih pemimpin patut diapresiasi.
Dari awal pelaksanaan, penyelenggara pemilihan presiden mahasiswa UNG bersama mahasiswa dan civitas akademika lainnya terus bahu membahu menjalankan proses pemilihan secara jujur dan adil.
 
Untuk melaksanakan proses pemilihan presiden mahasiswa, paling awal adalah dibentuk sebuah lembaga khusus penyelenggara Pilres Mahasiswa, di UNG disebut sebagai Komisi Pemilihan Langsung  ( KPL ).
 
Kepada KARAKTER, ketua KPL Pilpres Mahasiwa UNG, Yahya Abdullah yang juga mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling menjelaskan, komposisi KPL terdiri atas perwakilan masing – masing fakultas.
KPL itulah kemudian yang melaksanakan proses pemilihan, mulai dari tahapan pendaftaran, verifikasi bakal calon, kampanye hingga pemutungan suara.
Disamping KPL sebagai penyelenggara, pada Pilpres mahasiswa tersebut juga dibentuk Panitia Pengawas ( Panwas ), khusus untuk panwas diisi oleh pimpinan kampus bidang kemahasiswaan bersama dosen.
 
Semua Mahasiswa Punya Hak Pilih 
 
Tidak seperti di berbagai pilkada dimana data pemilih masih sering menjadi masalah, KPL Pemilihan Presiden menyatakan data pemilih yang digunakan akurat karena mengambil data mahasiswa aktiv dari PDPT ( Pangkala Data Perguruan Tinggi ) secara on line.
 
” Semua mahasiswa punya hak suara, baik yang pernah ikut pengkaderan atau belum itu semua berhak memilih,  semua  mahasiswa adalah warga yang harus dihargai hak suaranya. Syarat memilih yang utama adalah terdaftar dalam semester berjalan,” kata Yahya.
 
Ia melanjutkan, ketentuan lulus pengkaderan hanya untuk syarat menjadi pengurus di beberapa lembaga kemahasiswaan, namun untuk memilih, KPL memastikan semua mahasiswa punya hak suara dan dijamin konstitusi lembaga.
 
Mengenai waktu penyelenggaraan Pilpres Mahasiswa, KPL menetapkan pelaksanaan pemilihan di bulan Januari 2017 mengingat masa jabatan presiden periode sebelumnya berakhir Januari 2017.
 
Merujuk pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan Di Perguruan Tinggi, disebutkan di pasal 9 bahwa : 
– Masa bakti pengurus organisasi kemahasiswaan maksimal 1 (satu) tahun dan khusus untuk ketua umum tidak dapat dipilih kembali. 
 
” SK (presiden sebelumnya,-) berakhir Januari, sudah cukup satu tahun, jadi pilpres di Januari adalah yang paling tepat,” kata Yahya.
 
Terdapat empat pasangan calon pada pilpres mahasiswa UNG, mereka masing – masing adalah :
 1). Moh Sugandri Humagi  – Apripari, 
 2). Abdul Rajak Babuntai – Murdiono Mokoginta
 3). Whencing Ali –  Mohamad Afandi Ismail
 4). Fahmi Alamri –  Irpan 
 
 
Debat Kandidat 
 
Tak berbeda jauh dengan Pilkada, di pemilihan presiden mahasiswa Selain kampanye, tahapan yang paling menarik adalah saat debat kandidat para pasangan calon.
Menurut Yahya, debat kandidat calon presiden mahasiswa juga terbagi dalam sejumlah sesi, mulai dari pemaparan visi misi, saling tanya antar pasangan calon dan kata penutup dari masing – masing pasangan calon. 
 
Debat yang mendapat perhatian luas mahasiswa UNG tersebut mendapat apresiasi dari banyak kalangan, apalagi tema  yang diangkat dalam debat tersebut juga menarik, salah satunya adalah soal perjuangan menurunkan pembayaran Uang Kuliah Tunggal ( UKT).
Yahya memastikan bahwa debat menggali tentang visi para bakal calon dan sama sekali tidak ada yang menyinggung soal SARA.  
 
Laporan yang diterima KARAKTER, debat kandidat calon presiden 27 Januari di kampus disaksikan ratusan mahasiswa.
 
“Sepertinya debat capres dan wapres mahasiswa UNG lebih berkualitas daripada debat pilgub yang kemarin,” tulis salah seorang dosen UNG, Hamid Tome di dinding facebooknya.
 
Setelah masa kampanye dan debat kandidat, sebelum masuk ke pemilihan, KPL menetapkan dua hari sebagai masa tenang yang juga digunakan sebagai waktu penjemputan id card saksi di Tempat Pemungutan Suara ( TPS ).
 
Menurut Yahya, pihaknya menyediakan 10 TPS di masing – masing fakultas.
Ia mejelaskan, seperti tahun – tahun sebelumnya, kotak suara di TPS dipinjam dari Komisi Pemilihan Umum ( KPU,-).
 
” Pemilihan dan penghitungan suara dilakukan dalam satu hari, kami juga menyiapkan waktu untuk pengajuan gugatan ke panwas, setelah proses di panwas selesai, barulah dilakukan penetapan pasangan terpilih,” jelas Yahya.
 
Data yang diperoleh dari KPL, peraih suara terbanyak dalam Pilpres Mahasiswa UNG diraih pasangan nomor urut tiga Whencing Ali (jurusan Pendidikan Luar Sekolah,Fakultas Ilmu Pendikan yang berpasangan dengan, Mohamad Afandi Ismail (jurusan Agoroteknologi Fakultas Pertanian ) dengan perolehan 2493 suara.
 
Meskipun saat ini gugatan pasangan calon masih berproses di Panwas, namun KPL menilai secara umum pemilihan berjalan dengan aman lancar sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan Pilpres Mahasiswa UNG yang berjalan lancar, aman dan tetap berpijak pada konsitusi dinilai merupakan prestasi tersendiri.
 
” In Syaa Allah demokrasi adik – adik mahasiswa cerdas dan tetap berkoordinasi dengan Wakil Rektor 3 ( bidang Kemasiswaan,-), Alhamdulillah (pilpres,-) berjalan lancar dan terkendali,” kata Lenny Muda, kasubag Hukum dan Humas UNG Gorontalo kepada KARAKTER melalui pesan singkat Whatssapp.
  
 
Akhirnya selamat bagi civitas akademika UNG khususnya para mahasiswa yang telah melaksanakan proses demokrasi, semoga bisa mennjadi contoh bagi semua tentang bagaimana menjalankan demokrasi yang berkualitas.  ( RD01)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Mahasiswa Kesulitan Lahan Praktek, Ajbar DPR : Perhutanan Sosial Dapat Menjadi Solusi

Mahasiswa Fapetkan Unsulbar  didampingi Dosen saat melalukan praktikum mata