Kebakaran yang melanda salah satu gedung baru Unsulbar di kampus Padha- Padhang Jumat malam ( 10/03), hingga kini masih dalam investigasi pihak kepolisian resor Majene.
Kendati sempat terjadi kebakaran di salah satu sisi gedung, namun secara umum kondisi bangunan bertingkat tiga itu tetap normal, tujuh ruang kelas yang sedang tahap perampungan juga tidak terdampak.
Sejumlah dosen, staf dan mahasiswa Unsulbar Sabtu pagi masih berdatangan di lokasi untuk melihat langsung gedung yang terbakar.
” Alhamdulillah semua baik – baik saja, tadi pagi kami kesana memantau kondisi di bekas kebakaran semalam, yang terbakar tumpukan bambu dan balok,” kata Ikawati, dosen Pertanian Unsulbar.
Pasca terjadinya kebakaran, lokasi saat ini telah dipasangi garis polisi. Pekerja proyek yang membakar sampah sebelum terjadinya kebakaran dilaporkan menjalani pemeriksaan di mapolres Majene.

: Lokasi Kebakaran dipasangi garis polisi, Sabtu ( 11/04 ) Foto : Ikawati
Sementara itu, laporan yang diterima bagian Akademik Unsulbar, kebakaran balok kayu dan bambu di proyek pembangunan gedung di kampus baru tidak berpengaruh terhadap ruang kelas yang sedang dalam tahap perampungan.
” Tujuh kelas sementara dirampungkan, sebagian di lantai dua, sisanya di lantai dasar, semuanya masih normal,” kata kepala bagian (kabag ) Akademik Unsulbar, Muslimin, Sabtu (11/03).
Ia menjelaskan tujuh kelas itu rencana akan digunakan seiring dengan masuknya mahasiswa baru angkatan 2017.
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran di kampus baru Padha – Padhang, kelurahan Tande Timur terjadi di lantai dua sisi sebelah barat gedung.
Api yang bermula dari sisa pembakaran sampah, cepat membesar pasalnya di lokasi tersebut terdapat banyak tumpukan material balok dan potongan bambu sisa peralatan pekerjaan proyek bangunan.
Kebakaran di lokasi seluas sekira 10 meter X 20 meter bisa teratasi Jumat tengah malam setelah Pemkab Majene menurunkan dua mobil pemadam kebakaran. ( RD01 )

