karakterunsulbar.com – Membanggakan salah satu dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) terpilih sebagai Wakil Ketua Relawan Jurnal Indonesia (RJI) periode 2019-2022. Ia adalah Muhammad Aswad, dosen yang aktif mengajar di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Ia terpilih sebagai Wakil Ketua II melalui Musyawarah Nasional RJI, yang berlangsung di Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar, 26-27 Oktober 2019, Bali.
Aswad berharap terpilihnya dirinya, semoga membawa dampak positif terhadap perkembangan Unsulbar. Dengan mendorong para dosen untuk mengelolah jurnal secara baik, sehingga jurna-jurnal yang ada di Unsulbar dapat terakreditasi oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tingga (Kemenristekdikti) tentu secara otomatis akan mendorong akreditasi Unsulbar mulai dari tingkat Prodi jauh lebih baik.
“Kedepan khususnya di Unsulbar semua jurnal yang kita kelola dapat terakreditasi oleh Kemenristekdikti .Tidak bisa dipungkiri bahwa jurnal dan publikasi adalah elemen penting dalam pemeringkatan Akreditasi baik Institusi ataupun Prodi,” jelas Aswad, yang saat ini juga sedang menempuh Pendidikan Doktornya bidang Ilmu Linguistik, di Universitas Hasanuddin (Unhas).

Salah satu manfaat nyata keberadaan RJI yaitu, Unsulbar saat ini telah mempunyai jurnal yang terakreditasi EDUVELOP jurnal dibawah naungan FKIP Unsulbar. Selanjutnya telah siap 10 Jurnal yang akan diajukan untuk proses akreditasi 2020 nanti.
Apa itu Relawan Jurnal Indonesia ?
Relawan Jurnal Indonesia adalah sebuah lembaga yang bergerak dibidang Publikasi dan pengelolaan jurnal secara online, kehadiran lembaga ini sangat membantu para pengelola jurnal di Indonesia.
Serta merupakan gerakan kerelawanan yang dengan sukarela memberikan sumbangsih pemikiran dan tenaga terkait pengelolaan jurnal elektronik kepada pengelola jurnal lain di perguruan tinggi, badan penelitian dan lainnya di seluruh Indonesia.
Setelah pemerintah telah menerapkan kebijakan mulai April 2016 dan seterusnya akreditasi jurnal dilakukan secara online melalui sistem ARJUNA, sementara itu masih banyak pengelola jurnal yang belum familiar terhadap pengelolaan jurnal elektronik.
Padahal kebijakan ini perlu respon dan semangat dari perguruan tinggi dan pengelola jurnal untuk segera bertransformasi pengelolaan jurnalnya dari yang dikelola secara manual/ cetak menuju pengelolaan jurnal secara elektronik.

