Foto: Wakil Rektor (Anwar Sulili)
Karakterunsulbar.com- Politik uang yang dewasa ini menjadi pengawasan utama Badan Pengawasa Pemilu (Bawaslu) sudah masuk dalam kampus.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Anwar Sulili dalam sambutannya pada kegiatan Bawaslu Goes to Campus, Jumat, (14/02/2020)
Dalam kegiatan yang digelar di Aula Gedung Tacha Center Majene itu, Ia menyampaikan bahwa politik uang atau calon terkaya dalam suatu pemilihan tidak hanya ada dalam masyarakat, tapi juga dalam kampus.
“Ini juga sudah ada dalam kampus, siapa yang banyak uangnya, ayo makan-makan,” tuturnya dengan sedikit nada bercanda.
Namun, ia menyayangkan, Bawaslu tidak melalukan pengawasan di Universitas.
Dalam kesempatan itu pula, ia menanggapi penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 yang menurutnya harus bersih dari kepentingan dan politik uang agar terpilih pemimpin yang jujur dan adil.
“Yang paling penting adalah kriteria, yang jujur bukan yang paling kaya,” tegasnya.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Unsulbar dengan Bawaslu Majene tentang Pengawasan Partisipatif Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020 dengan Nomor : 03/K.BAWASLU/Prov.SR-01/HK.01.01/II/2020
Turut hadir dalam kegiatan, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Burhanuddin, Bawaslu Sulbar, dan Bawaslu kabupaten se Sulbar, serta KPU Majene.

