Dua kali Gagal Tender, Unsulbar Desak Percepatan Pembangunan Gedung Mangkrak

Dua kali Gagal Tender, Unsulbar Desak Percepatan Pembangunan Gedung Mangkrak

- in Kabar Kampus
2166
0

Foto: Suasana rapat Unsulbar dengan BPPW PUPR Sulbar

Karakterunsulbar.com – Dua kali Gagal Tender, Unsulbar Desak Percepatan Pembangunan Gedung Mangkrak

Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) bersama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Majene, menemui Balai Prasarana dan Pemukiman (BPPW) Wilayah Kementrian PUPR Provinsi Sulawesi Barat.

Pertemuan yang dilaksanakan di ruang rapat kantor BPPW Sulbar, Mamuju, tersebut membahas tentang kelanjutan pembanguan dua gedung mangkrak Kampus Unsulbar.

Pertemuan tersebut dilaksankan di ruang rapat Balai Prasarana dan Pemukiman (BPPW) Wilayah Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Sulawesi Barat, Mamuju. (10/2/2020)

Ketua DPRD Majene, Salmawati mengatakan, setelah pertemuan akan ada kejelasan waktu pelaksanaan pembangunan dimulai. Sebab Unsulbar saat ini dalam kondisi sangat kekurangan ruang kuliah.

Salmawati menambahkan, DPRD memberikan waktu satu minggu kepada BPPW terkait kejelasan jadwal pengerjaan proyek. Jika belum ada kepastian, DPRD Majene berinisiatif akan kejar sampai ke pusat.

“Kami DPRD Majene akan mengawal percepatan pembangunan gedung Unsulbar. Kalau pertemuan ini tidak memuaskan kami akan kejar sampai ke pusat,” tegas Salmawati.

Ketua Komisi II, Hasriadi juga mengatakan, pihak DPRD Majene turut prihatin melihat kondisi Unsulbar yang sampai saat ini masih meminjam ruang perkuliahan.

Hasriadi mempertanyakan penyebab gagal tendernya pembangunan dua gedung mangrak kampus Unsulbar yang berada di Kampus Padhang-Padhang Kelurahan Tande Timur, Majene.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami sebagai anggota DPRD yang berada di Majene sebagai pusat kota pendidikan,” tegasnya.

Sementara itu, Kesubag Tata Usaha BPPW Sulbar, Frederik Pabura, membenarkan bahwa proses pembanguan gedung kuliah Unsulbar senilai 62 miliar telah mengalami gagal tender dua kali.

Ia menjelaskan, tidak mengetahui secara pasti penyebabnya. Karena hal itu menjadi kewenangan Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK).

“Proses lelang menjadi tanggung jawab BP2JK sejak tayang pengumuman lelang sampai penetapan pemenang,” jelasnya

Sebelumnya, gagal tender terjadi pada 19 Desember 2020 lalu dan 14 Februari 2020. Dalam waktu dekat akan kembali dilakukan proses tender dipusat.

Sementara Humas Unsulbar, Lies Inraeni Adjo, berharap agar pembangunan segera dilakukan mengingat Unsulbar beberapa bulan mendatang kembali akan menerima ribuan mahasiswa baru.

“Semoga segera dibangun, saat ini kampus tersedia 47 ruangan kelas. Selebihnya ruangan pinjaman,” harap Lies.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Breaking News : Dr. Kartika Unggul Pemilihan Dekan FKIP Unsulbar

Dekan FKIP Terpilih, Dr. Kartika Hajati, M.Pd (