Rancang Game Sandeq Race, Mahasiswa Informatika Banjir Pujian

Rancang Game Sandeq Race, Mahasiswa Informatika Banjir Pujian

- in Berita
1972
0
Upaya melestarikan budaya lokal tradisional dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yang dilakukan mahasiswa teknik Informatika Unsulbar ini, Nursaid Nurdin. 
Dia merancang salah satu budaya tradisional Mandar, lomba perahu layar Sandeq Race menjadi sebuah game berbasis telepon pintar, Smart Phone.
Usaha Nursain merancang game Sandeq Race itu menuai pujian dari banyak pihak sekaligus mengantarnya menjadi Sarjana Teknik.
 
Keterangan yang dihimpun redaksi KARAKTER, Nursaid Nurdin, Rabu (25/05) berhasil mempertahankan skripsinya dalam ujian meja berjudul Perancangan Game Sandeq Race Berbasis Android.
Setelah dinyatakan lulus dalam ujian meja, Nursaid bersama para mahasiswa lainnya yang juga lulus langsung mengikuti yudisium bertempat di Laboratorium TIK Unsulbar.
 
Perancang game Sandeq Race, Nursaid menjelaskan telah mempersiapkan rancangan game Sandeq Race dalam Tiga bulan terakahir.
Ia mengaku tampilan Game Sandeq rancangannya masih akan terus disempurnakan terutama dari sisi tampilan perahu sandeq yang akan dipercantik sehingga benar – benar akan seperti perahu Sandeq.
 
” Game ini intinya memainkan (perahu,-) Sandeq berlomba seperti dalam arena race, tujuan utama rancangan ini dibuat agar generasi muda khususnya mengenal dan semakin mencintai budaya lokal, perahu Sandeq,” kata Nursaid yang berasal dari Lamasariang, Polewali Mandar. 
 
Menurutnya setelah lulus dari Unsulbar, Ia akan terus mengembangkan game ini lebih baik sehingga kedepan dapat tersebar luas di masyarakat termasuk di aplikasi android.
 
Sandeq merupakan salah satu jenis perahu layar dari Mandar, bila dulu perahu Sandeq digunakan untuk mencari ikan oleh nelayan, saat ini seiring hadirnya perahu bermesin, Sandeq makin jarang terlihat.
Dalam lebih 10 tahun terakhir, Sandeq diperlombakan dalam event yang bernama Sandeq Race.
perahu Sandeq yang dinilai merupakan perahu layar trandisional tercepat di dunia juga mendapat perhatian banyak pihak di luar negeri. Perahu layar itu sudah tampil dalam even budaya bahari di Eropa dan dan sejumlah negara Asia
 
Ide dan hasil karya Nursaid mendapat apresiasi banyak pihak, pujian disampaikan  para dosen serta mahasiswa di Fakultas Teknik, salah satunya dosen senior Zulfajri Basri Hasanuddin.
Menurut Zulfajri, ide Game Sandeq oleh Nursaid sangat positif dalam upaya pengembangan budaya tradisional Mandar.
 
” Idenya sangat bagus, kita berharap ini akan mendorong budaya tradisional Mandar semakin dikenal dan terus berkembang,” kata Zulfajri.
 
Pujian juga dilontarkan dosen Teknik Informatika, Munawir Ridwan. Menurutnya ide game Sandeq yang kemudian dijadikan bahan penelitian untuk penulisan skripsi sangat positif dalam upaya pelestarian budaya lokal Mandar. 
” Upaya pelestarian budaya tradisional dengan pemanfaatan teknologi sangat bagus, meski masih perlu terus dilakukan perbaikan, setidaknya ini langkah yang efektif dalam penggunaaan tren teknologi saat ini yang berbasis android,” kata Munawir. (fh)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Alarm dari Laut Majene: Ikan Terbang Kian Menipis, Akademisi Unsulbar Desak Upaya Penyelamatan

Illustrasi Ikan Terbang atau Bau Tui – Tuing.