PUSMIPOL : Pemilu Raya Lebih Demokratis Dibanding Perwakilan

PUSMIPOL : Pemilu Raya Lebih Demokratis Dibanding Perwakilan

- in Kabar Kampus
1096
0

karakterunsulbar.com – Ketua Pusat Studi Pemilu dan Politik Lokal (PUSMIPOL) Unsulbar, Farhanuddin mengungkapkan, Pemilihan Umum Raya (Pemira) lebih demokratis dibandingkan dengan pemilihan perwakilan.

Hal ini disampaikan langsung saat dialog kepemiluan yang digelar oleh Lembaga Debat dan Kajian Hukum (LDKH) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) dengan tema “Tolak Politik Uang, Politisasi SARA, dan Ujaran Kebencian”, Minggu (13/5) di Aula Tasha Center, Majene.

Menurut Farhanuddin, pemilu raya lebih demokratis digunakan utamanya dalam pemilihan ketua organisasi kampus.

“Pemilu raya sudah seharusnya digunakan dalam pemilihan ketua organisasi kampus, ini agar hasilnya lebih demokratis dan terbuka,” ujar Farhan

Dikatakan Farhan, selain lebih mengedepankan nilai-nilai demokratis, pemilu raya juga sangat cocok digunakan karena mampu mengakomodir seluruh suara dan kepentingan mahasiswa.

“Pemilu raya sangat cocok karena seluruh kepentingan dan suara mahasiswa dapat terakomodir dengan baik,” katanya

Disamping itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Majene, Muh. Irjan Jaya mengatakan, sebaiknya terdapat lembaga mahasiswa yang menjadi pengawas dalam melangsungkan proses demokrasi di kampus

Ketua Panwaslu Majene, Muh. Irjan Jaya saat diwawancarai oleh Reporter KARAKTER, St. Hartina.

“Untuk menjaga ketertiban pemiliru raya di kampus, lembaga pengawas pemilu raya mahasiswa sebaiknya dibentuk, harus ada pengawas untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi,” kata Irjan. (RD03)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Mahasiswa Unsulbar Juara Tingkat Nasional, WR 3 Dr. Ayu Mandasari Dorong Talent Scouting

karakterunsulbar.com – Prestasi mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar)