ILP : Penghentian Kuliah Untuk Meminta Turut Berempati

ILP : Penghentian Kuliah Untuk Meminta Turut Berempati

- in Berita, Kampusiana
1991
0

Dosen dan Staf yang tergabung dalam Ikatan Lintas Pegawai (ILP) 35 PTN Baru se Indonesia ikut aksi di hari buruh 1 Mei 2018  di Jakarta.   ( Foto : Istimewa / Umar Sahaf )

karakterunsulbar.com – Ikatan Lintas Pegawai (ILP) Universitas Sulawesi Barat menegaskan penghentian perkuliahan di sejumlah kelas merupakan bagian dari aksi mogok kerja para dosen dan staf.

Aksi mogok mengajar bagi dosen dan mogok kerja para staf non-PNS dinyatakan baru akan berakhir bila tuntutan pembayaran gaji yang tertunda sudah terpenuhi.

Ketua ILP Unsulbar, Umar Abdurrahman, Kamis (13/09) menjelaskan, tidak ada pembubaran perkuliahan, menurutnya yang terjadi adalah aksi untuk meminta solidaritas para dosen dan staf untuk bersama melakukan mogok mengajar dan bekerja.

Ia menyarankan, kuliah yang tidak bisa terlaksana sementara waktu di kelas dapat digantikan dengan kuliah luar kelas seperti pengerjaan tugas mandiri dan atau kuliah on-line.

” Kami meminta (dosen,-) turut berempati dengan bersama mogok mengajar di kelas, namun tetap bisa pembelajaran on-line atau tugas mandiri, ini semua demi memperjuangkan hak – hak dosen dan staf yang belum dibayar gajinya,” kata Umar yang juga dosen Pendidikan Bahasa Inggris.

Ketua ILP Unsulbar, Umar Abdurrahman (kiri).

Seperti diberitakan sebelumnya, para dosen dan staf non-PNS Unsulbar tergabung dalam organisasi Ikatan Lintas Pegawai (ILP) Unsulbar berjumlah 500 orang menuntut pembayaran gaji bulan Juli dan Agustus.

Menurut Umar, selain masalah pembayaran gaji, aksi mogok kerja para dosen dan staf juga ditujukan agar terjadi pembenahan di internal Unsulbar dan sekaligus meminta pemerintah lebih serius menyelesaikan pembangunan kampus Unsulbar.

Laporan yang dihimpun, aktivitas perkuliahan di berbagai fakultas sudah terhenti sejak Kamis, 13 September pasca seruan mogok mengajar dan mogok bekerja para dosen dan staf non-PNS Unsulbar.

Hanya Laksanakan Kewajiban

Sementara itu, salah seorang dosen Prodi Pendidikan Fisika, Purwoko Haryadi Santoso, M.Pd mengaku memberhentikan perkuliahan, Kamis (13/09) setelah didatangi sejumlah orang meminta agar perkuliahan dihentikan.

Dosen mata kuliah Mekanika ini menyatakan sangat memahami dan mendukung aspirasi para dosen dan staf yang menuntut hak – haknya, namun disisi lain, sebagai dosen Ia juga berkewajiban untuk mengajar dalam rangka memenuhi hak – hak mahasiswa.

” Satu sisi saya mendukung penuh aspirasi teman dosen dan staf, itu kewajiban kampus agar segera memenuhi hak – hak mereka, namun disisi lain, mahasiswa juga meminta agar tetap belajar, jadi sebagai dosen kami masuk mengajar,” kata Purwoko saat ditemui karakter, di SMA 3 Majene yang sementara ini dipinjam untuk menjadi ruangan dosen dan kelas Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Dengan kejadian penghentian perkuliahan itu, Purwoko ikut mendesak agar segera dilakukan pembayaran gaji para dosen dan staf non-PNS agar perkuliahan kembali normal dan tidak semakin banyak orang yang dirugikan. (RD01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Breaking News : Dr. Kartika Unggul Pemilihan Dekan FKIP Unsulbar

Dekan FKIP Terpilih, Dr. Kartika Hajati, M.Pd (