karakterunsulbar.com – Sejak perubahan status Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), dari Yayasan menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN), 13 Mei 2013 melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2013 tentang Pendiran Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).
Perubahan status sebuah Yayasan menjadi PTN tak terlepas dari permasalahan diantaranya sarana dan prasarana. Hal serupa juga dialami Unsulbar.
Dilantiknya Dr. Ir. Akhsan, MS, menjadi Rektor Unsulbar pada 19 Desember 2013 dengan Surat Keputusan (SK) No. 04/MPK.A4/KP/2013 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, dengan salah satu program utama percepatan pembangunan infrastruktur kampus Unsulbar.
Hingga masa jabatan Dr. Akhsan diperpanjang dengan SK No : 469/M/KPT.KP.KP/2017, dan pada Akhir Masa Jabatan (AMJ) Dr.Akhsan, Rabu 19 Desember 2018, pembangunan infastruktur kampus tidak sepenuhnya berhasil.
Salah pembangunan yang tidak selesai yakni, pembangunan jalan jalur Rusunawa ke Gedung kembar belum juga terlaksanakan. Hingga mahasiswa (17/9/2018) lalu, melakukan aksi demonstrasi salah satu tuntutannya percepat pembangunan kampus, namun hingga saat ini belum dikerjakan.
Jalan kampus, jalur Rusunawa – Gedung Kembar menjadi jalur ektrim mahasiswa ketika hujan, mengingat struktur jalan masih tanah.
Hal tersebut dikeluhkan mahasiswa, salah satunya, Muslimin (Pendidikan Fisika, 2016), mengaku setiap kali hujan, jalur tersebut sangat ektrim diakibatkan struktur jalan masih tanah. Tak sedikit mahasiswa yang mengalami kecelakaan karena ektrimnya jalan.
“Ektrim, kalau hujan becek, banyak kasian yang jatuh naik motor, ” Kata Muslimin.
Dihubungi karakter, Wakil Rektor II Unsulbar, Anwar Sulili, mengaku jalur tersebut darurat, oleh karenanya pembangunan jalur Rusunawa-Gedung Kembar segera dilaksanakan.
“Kita akan segera membangun jalur tersebut, tahun ini, ” Kata Anwar Sulili, kepada karakter saat dihubungi Via Whatsapp Kamis (24/1).
Perbaikan jalur tersebut akan dianggarkan melalui Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Unsulbar. Terkait waktu mengerjaan, Anwar Sulili belum memastikan karena akan melihat kekuatan anggaran kampus.
“Kita liat dulu PNBP kita, karena PNBP juga membiayai operasional kampus. Mengingat ada penurunan UKT, ” Tambah Anwar Sulili.
Hingga tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Majene, telah menganggarkan 5,5 Milliyar untuk pembangunan jalan jalur Tundaq hingga Perbatasan Majene dengan Polewali Mandar. (DR03)


