Hasil Pembenahan Jalur Ekstrim Mulai Dinikmati Mahasiswa

Hasil Pembenahan Jalur Ekstrim Mulai Dinikmati Mahasiswa

- in Kabar Kampus
1232
0

Foto: Jalur ekstrim Unsulbar menuju Kampus Padhang-Padhang.

Laporan: Fitri R (Matematika Sains, 2018)

karakterunsulbar.com – Jalur ekstrim yang dibenahi Mahasiswa Sylva, Sabtu (16/03) lalu, mulai dinikmati.

Jalan ekstrim tersebut merupakan akses menuju Kampus Padhang-Padhang Unsulbar jalur Lingkungan Lino Maloga, Kelurahan Tande, Kecamatan Banggae Timur, Majene.

Sejumlah mahasiswa mengaku sangat terbantu dan mulai berani berkendara menuju kampus Padhang – Padhang Unsulbar.

“Setidaknya sekarang saya bisa mengendarai motor ke kampus melalui jalur ini,” ujar Sitti Fatimah (Matematika Sains, 2018)

Namun, Sitti Fatimah berpesan, saat musim hujan, mahasiswa yang melewati jalan tersebut agar tetap hati-hati.

Sementara, Aulia Fitriani (Pendidikan Bahasa Inggris, 2018) mengungkapkan, ia sudah berani berboncengan, sebab bagian jalan yang rusak sudah tertutupi.

“Kalau perlu jalanan ekstrim itu dibeton,” ungkap Aulia kepada karakter, Senin (18/03).

Tanggapan positif juga datang dari Dosen Budidaya Perairan Taklir, S.Pi., M.Si. Ia mengatakan jalur tersebut jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.

“Ya jelas baguslah, dimana ada perubahan pasti itu lebih baik, setelah diperbaiki dan sebelum diperbaiki terasa bedanya. Akan tetapi lebih bagus lagi kalau jalan tersebut dibeton,” ujarnya.

Sebelumnya, pembenahan dilakukan oleh Mahasiswa Kehutanan yang tergabung dalam Sylva Indonesia Pimpinan Cabang Unsulbar dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan, Sabtu (16/03).

Mereka membenahi jalur Lino Maloga dengan menambal bagian jalan yang rusak menggunakan batu dan tanah.

Biaya pembenahan akses menuju kampus Padhang-Padhang jalur Lino Maloga tersebut merupakan hasil swadaya mahasiswa Sylva. Mereka berinisiatif mengumpulkan dana demi memperbaiki jalan yang dianggap cukup ekstrim.

Dianggap jalur ekstrim, dikarenakan tanah bercampur bebatuan yang berada pada kemiringan tanah 35 derajat. Sehingga menimbulkan batu kerikil dan licin ketika hujan turun. Juga jalur tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua karena sempitnya jalan.(RD03)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

FOTO : Satu Hari, Berjuta Cerita, Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan

Foto 1 : Rektor Unsulbar, Prof. Muhammad Abdy