Debat Ilmiah LKKPK, Empat Fakultas Siap Perebutkan Juara

Debat Ilmiah LKKPK, Empat Fakultas Siap Perebutkan Juara

- in Kabar Kampus
2751
0

Foto: Sasana lomba Debat Ilmiah LKKPK

Karakterunsulbar.com- Empat fakultas bersaing di babak final dalam Debat Ilmiah antar Fakultas yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Keilmuan dan Pengembangan Keterampilan (LKKPK), Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Sabtu (16/11/2019).

Kegiatan yang mengusung tema “Nasionalisme: Astragatra” ini telah melaksanakan babak penyisihan dengan tujuh tim yang masing-masing tim terdiri dari tiga orang, dari enam fakultas yang mendaftar yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP), Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), dan Fakultas Ekonomi (Fekon), serta Fakultas Peternakan dan Perikanan Tangkap (Fapetkan), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA).

Dan menyisakan Fakultas Ilmu FKIP, Fikes, Fisip, dan Fekon yang maju ke babak final dengan mosi “Rekrut Rektor Asing demi Dongkrak Perguruan Tinggi” dengan pencabutan lot untuk penentuan tim Pro Kontra.

Kegiatan yang dalam rangka penyambutan Dies Natalis Unsulbar ini diselenggarakan di Aula Tasha Center (TC) Majene, Sabtu (16/11) sejak pukul 09.30 hingga 17.00 Wita. Dan akan memperebutkan piala bergilir Rektor Unsulbar yang nantinya akan diumumkan pada Dies Natalis Unsulbar yang ke-6 pada akhir November mendatang .

Menurut Irfan (Pedidikan Fisika, 2017) selaku ketua panitia, terdapat dua babak dalam debat tersebut, yakni babak penyisihan yang dilakukan dengan mencabut lot terlebih dahulu untuk menentukan lawan debat, setelah itu mencabut lot kembali untuk menentukan mosi, dan kemudian menentukan posisi pro maupun kontra.

Di babak Penyisihan, mosi yang diperdebatkan adalah “Penyewaan Pulau-Pulau Kecil yang Tidak Berpenghuni untuk Kegiatan Bisnis Warga Negara Asing”, “Pelarangan Penggunaan Cadar dan Celana Cingkrang di Instansi Pemerintah untuk Mencegah Radikalisme”, Pemilihan Kepala Daerah Dilakukan oleh DPRD Kembali”, “Kebijakan Import oleh Pemerintah Indonesia Mendatangkan Dampak Buruk bagi Produk Indonesia”, “Penerapan Sekolah Berdasarkan Sisitem Zonasi pada Penerimaan SPPDB”, dan “Indonesia Harus Menggunakan Alutsista Produk Dalam Negeri”.

Adapun sistem penilaian pada Debat Ilmiah adalah Isi 40% dengan bobot 65-100, Sajian 20% dengan bobot 50-100, Strategi/Solusi 35% dengan bobot 50-100, waktu 5% dengan bobot 45-80, yang masing-masing tim diberi waktu selama kurang lebih 5 menit.

Herson Y (Pendidikan Fisika, 2017), ketua umum LKKPK dalam hal ini berharap, LKKPK yang dibentuk pada 4 April 2019 lalu bisa mengadakan lomba ke taraf yang lebih besar seperti se-Sulawesi Barat.

Dekan FT saat menyampaikan sambutannya

Dekan Fakultas Teknik (FT) Dr.Eng. Ir. Zulfajri Basri Hasanuddin, M.Eng, sebagai salah satu dewan juri debat berharap, akan ada debat yang melibatkan universitas lain untuk memperebutkan piala bergilir Rektor Unsulbar.

“Perlu dibuat kegiatan yang frekuensinya meningkat ke depan, bisa menjadi lomba yang melibatkan Universitas lain,” jelasnya.

Mustamin, Staf Ahli Bidang Pendidikan Sosial Budaya Pemerintah Kabupaten Majene (Pemkab. Majene) berharap kegiatan tersebut bisa tetap diefektifkan pada kesempatan berikutnya.

“Mahasiswa semakin profesional dan memiliki keinginan untuk selalu proaktif terhadap seluruh unsur kegiatan yang dilaksanakan di akademika Unsulbar,” jelasnya saat ditemui di Aula TC usai penutupan. (16/11).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Mahasiswa Unsulbar Juara Tingkat Nasional, WR 3 Dr. Ayu Mandasari Dorong Talent Scouting

karakterunsulbar.com – Prestasi mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar)