Pendiri Unsulbar : WR I Mendatang Harus Penuh Waktu di Kampus

Pendiri Unsulbar : WR I Mendatang Harus Penuh Waktu di Kampus

- in Kabar Kampus
1906
0

Foto: Ahmad Zamad

Karakterunsulbar.com – Pasca Dr. Muhammad Saad memasuki masa pensiun, posisi Wakil Rektor I (WR I) Unsulbar hingga saat ini masih kosong.

Sejumlah pihak mulai menyuarakan kriteria serta figur yang dinilai layak menempati posisi pendamping Rektor yang mengurusi Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan tersebut.

Seorang pendiri Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Ahmad Zamad menyatakan, figur yang ideal menempati posisi WR I adalah sosok yang harus mempunyai waktu lebih banyak di kampus dan komitmen memajukan Unsulbar sehingga fokus pada tugasnya.

Ia menjelaskan, siapa pun yang akan dipilih Rektor nanti, Ia harus mempunyai waktu penuh dan selalu berada di Unsulbar untuk mengontrol akademik dan kemahasiswaan karena hal tersebut menjadi tugas pokoknya. Tidak lagi sibuk mengurusi urusan yang lain, mengingat Unsulbar adalah PTN baru.

Lanjut Zamad, jika WR I misalnya berasal dari Makassar, waktu tempuh ke Unsulbar itu sangat lama. Sedangkan jika terjadi riak-riak, misalnya mahasiswa demo, menyampaikan aspirasi, tentu akan membutuhkan penanganan cepat.
Ahmad mengatakan, tidak bisa Rektor sendirian menghadapi masalah, apalagi hal-hal kecil.

Ia beranggapan untuk saat ini Unsulbar tidak lagi kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang layak menduduki jabatan WR I.

“Harusnya orang (tinggal,-) disini, banyak SDM yang sudah bisa di Unsulbar, artinya yang memenuhi syarat baik secara kapasitas maupun akademik,” tegas Ahmad Zamad saat ditemui karakter di ruang kerjanya, Senin, (10/02).

Berdasarkan statuta Unsulbar Nomor 80 Tahun 2017 WR I memiliki tugas membantu Rektor dalam bidang Akademik dan Kemahiswaan.
Sementara mengenai syarat menjadi WR I diatur pada Pasal 30 antara lain telah menduduki jabatan akademik minimal lektor kepala.

Seperti diberitakan sebelumnya, posisi WR I Unsulbar lowong sejak akhir Januari 2020 setelah WR I Dr. Muhammad Saad memasuki masa pensiun.

Selain menyampaikan kriteria, Ahmad Zamad yang kini menjadi kepala UPT Perpustakaan Unsulbar juga merespon atas munculnya sejumlah nama yang disebut layak menggantikan Dr. Muhamad Saad sebagai WR I, figur potensial itu antara lain : Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Dr. Burhanuddin, Dekan Fakultas Teknik, Dr. Zulfajri, serta dosen Prodi Hubungan Internasional, Dr. Nasir Badu.

Ahmad Zamad menyatakan, ketiga nama tersebut merupakan figur yang layak. Namun Ia kembali mengingatkan, bahwa penilaian dan harapan terbesar atas calon WR I adalah yang mempunyai intensitas waktu di Unsulbar lebih banyak.

“Bagus semua itu orangnya, harapan kita wakil rektor adalah orang yang mempunyai waktu 24 jam di Unsulbar dan sewaktu-waktu bisa menggantikan tugas rektor,” Kata Ahmad Zamad yang juga salah seorang pejuang pembentukan Provinsi Sulawesi Barat.

Ia menambahkan sebagai pejuang, tentu akan terus memberikan masukan, namun penentu terakhir berada di tangan Rektor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Akreditasi Unggul 4 Prodi FIKES Unsulbar dan Efeknya bagi Kesehatan Sulbar

Rektor Unsulbar, Prof. Muhammad Abdy (kanan) saat mengunjungi