Ketua LPPM Unsulbar Wafat, Rektor: Kita Kehilangan Sosok Humanis

Ketua LPPM Unsulbar Wafat, Rektor: Kita Kehilangan Sosok Humanis

- in Berita
2386
0

Foto: Ketua LPPM Unsulbar, Dr. Abdul Kadir Paloloang (almarhum). (Dokumen Karakter).

karakterunsulbar.com — Wafatnya Ketua LPPM Unsulbar, Dr. Abdul Kadir Paloloang, Minggu ( 09/02 ) menyisakan duka mendalam bagi banyak pihak.

Almarhum dikenal sebagai sosok humanis, peramah serta senang membantu banyak orang.

Rektor Unsulbar, Dr. Akhsan Djalaluddin menyampaikan, Civitas Akademika Unsulbar sangat kehilangan.

Menurut Rektor Akhsan, almarhum Dr. Kadir Paloloang adalah sosok yang humanis, ulet dalam bekerja.

“Unsulbar sangat kehilangan sosok beliau, seorang pekerja keras, loyalitas tinggi dan konsekuen,” tutur Akhsan via Whatsapp, Minggu (09/02/2020).

Kepada Karakter, Rektor Akhsan sempat bercerita moment terakhir bersama almarhum.

“Minggu lalu kami masih sama-sama melakukan supervisi KKN di Mamuju, padahal beliau sudah sakit,” kenang Rektor.

Dr. Kadir Paloloang lahir di Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar (14 Agustus 1960). Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Tahun 1985, Dr. Kadir meraih gelar Sarjana Pertanian di Universitas Hasanuddin, Makassar. Ia juga meraih gelar Magister Pertanian di Universitas yang sama tahun 1994. Kemudian, tahun 2012, ia meraih gelar Doktor Ilmu Pengelolaan Daerah Aliran Sungai di Institut Pertanian Bogor.

Sebelum mendapat amanah sebagai Ketua LPPM Unsulbar, Dr. Kadir adalah dosen Peternakan, Universitas Tadulako (Untad) Palu.

Jabatan Fungsional yang diraih diantaranya: Asisten Ahli Madya terhitung (1987), Asisten Ahli (1989), Lektor Muda (1991), Lektor (1997), Lektor Madya (1999), dan Lektor Kepala (2002).

Dr. Kadir juga pernah menjadi Pembantu Dekan I Fakultas Peternakan Untad Palu selama lima tahun (1999 – 2003).

Ketua Jurusan Ilmu Politik Unsulbar, Muhammad juga punya kenangan tersendiri tentang Dr. Kadir yang merupakan dosen Untad Palu sekaligus Pembantu Dekan I Fakultas Peternakan Untad Palu selama lima tahun (1999 – 2003) tersebut.

Menurut Muhammad, sejak mendapat tugas tambahan dari Untad Palu ke Unsulbar Majene, Dr. Kadir merupakan salah satu dosen senior teladan. Banyak memberikan masukan dan nasihat untuk dosen muda, terutama di bidang penelitian.

“Beliau adalah sosok yang sabar dengan penyakitnya bahkan tidak pernah mengeluh tentang penyakitnya. Dalam memimpin LPPM Unsulbar beliau terkenal dengan keramahan. Seperti tidak ada sekat antara kami yang dosen muda dengan beliau yang sudah senior. Kami merasa sangat kehilangan,” ungkap Muhammad yang baru saja lolos kuliah doktoral ilmu Politik di Universitas Indonesia.

Almarhum Dr. Kadir Paloloang rencana akan dimakamkan Minggu, 09/02 di Pekuburan Limboro, Polewali Mandar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dr. Kadir wafat di RSUD Majene, Minggu pagi, 09/02, jam 06:00 WITA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Mahasiswa Perikanan Gelar Lomba Karya Tulis Ilmiah, Peserta Berbagai Kampus Bawa Ide Menarik

Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang digelar Himapri