Karakterunsulbar.com — Prestasi gemilang di tingkat nasional kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Tiga mahasiswa dari Program Studi Akuakultur angkatan 2025, yakni Fileodeis Lovati Mairi, Arsila Ramadhani, dan Nabila St Maharani, berhasil memborong gelar Juara 1 pada Lomba Karya Tulis Ilmiah sekaligus Juara 1 Lomba Poster Tingkat Nasional.
Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Universitas Sembilanbelas November Kolaka (USN Kolaka) dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah dan Poster Agromaritim Nasional 2026. Ajang tersebut secara khusus mengusung tema “Inovasi Agromaritim Terintegrasi Menuju Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Biru Berkelanjutan”.
Babak presentasi final kompetisi ini telah dilangsungkan pada tanggal 30 September 2026, di mana ketiga mahasiswa kebanggaan Unsulbar tersebut mempresentasikan gagasan inovatif mereka.
Keterangan yang dihimpun, kemenangan tim mahasiswa Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) ini tidak lepas dari kejelian mereka melihat potensi limbah pertanian yang dikemas menjadi teknologi tepat guna untuk budidaya laut.

Sabuk Kelapa
Dalam kompetisi ini, Fileodeis Lovati Mairi mengusung karya berjudul “COCO-NET: Inovasi Jaring Biodegradable Serat Sabut Kelapa untuk Mendukung Ekonomi Biru Berkelanjutan”.
Melengkapi terobosan tersebut, Arsila Ramadhani mempresentasikan karya berjudul “COCOSEA: Inovasi Agromaritim Berbasis Limbah Batok Kelapa sebagai Pelampung Biodegradable untuk Budidaya Rumput Laut Berkelanjutan”.
Dosen Pembimbing tim, Dian Lestari, M.Si., menjelaskan bahwa inovasi yang dibawakan oleh mahasiswanya memiliki nilai ekologis dan ekonomis yang tinggi. “Makna yang ditampilkan yaitu pemanfaatan limbah pertanian berupa sabut dan batok kelapa sebagai jaring dan pelampung biodegradable pada budidaya rumput laut sebagai upaya pencegahan pencemaran mikroplastik di perairan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemilihan material tersebut sangat strategis. “Selain itu, limbah batok dan sabut kelapa tergolong melimpah, harga terjangkau, dan tidak mencemari lingkungan perairan sehingga mendukung keberlanjutan ekosistem.” Tambah Dian.
Prestasi yang dicapai melalui inovasi berkelanjutan ini diharapkan tidak hanya berhenti di panggung kompetisi, tetapi juga membawa dampak positif bagi iklim akademis di kampus. Atas pencapaian ini, tersemat harapan besar bagi langkah mahasiswa ke depannya:
Dengan terobosan yang solutif terhadap isu pencemaran laut, generasi muda dari Unsulbar telah membuktikan bahwa pemikiran kritis dan kepedulian lingkungan dapat disatukan untuk mendukung kemajuan sektor agromaritim di Indonesia.
“Semoga semangat mahasiswa terus meningkat untuk ikut berkompetisi di tingkat nasional dan mengharumkan nama Unsulbar, serta semoga hal ini menjadi motivasi untuk mahasiswa yang lain.”harap Dosen Dian. (VIN/RD01)

