Karakterunsulbar.com – mengandalkan jam pelajaran di kelas. Diperlukan jembatan yang kokoh antara lingkungan sekolah dan rumah. Kesadaran inilah yang diwujudkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) saat melaksanakan Program Asistensi Mengajar di SD Negeri 28 Tamo, Majene, Sulawesi Barat.
Para mahasiswa tersebut menginisiasi sebuah ruang temu bertajuk “Sosialisasi Parenting dan Pendidikan Ramah Anak”. Kegiatan ini mempertemukan pihak sekolah dengan para orang tua siswa, sebuah langkah konkret untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pola asuh positif dan penciptaan lingkungan belajar yang aman.
Dengan menghadirkan Dosen PGSD Unsulbar, Dr. Fadhil Muhammad, S.Pd., M.Pd., sebagai pemateri utama, acara ini mengupas tuntas bahwa parenting merupakan fondasi tumbuh kembang anak. Pola asuh yang positif serta komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak menjadi kunci dalam membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, serta tanggung jawab anak saat berinteraksi dengan lingkungannya.
Namun, pengasuhan di rumah hanyalah separuh jalan. Lingkungan sekolah juga memiliki porsi besar dalam membentuk mentalitas peserta didik. Oleh karena itu, konsep pendidikan ramah anak ditekankan dalam sosialisasi ini.
Suasana belajar di sekolah wajib dirancang agar aman, nyaman, dan menghargai hak setiap anak, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi diri tanpa dibayangi rasa takut terhadap perlakuan merugikan.

Tumbuh Kembang Anak
Kegiatan pada Senin, 19/10/2026 itu turut dihadiri oleh Kepala SD Negeri 28 Tamo, Hj. Nurhayati, S.Pd., M.M., beserta Dosen Pembimbing Lapangan, Asri Astria, M.Pd., dan jajaran dewan guru ini berlangsung interaktif.
Pada sesi tanya jawab, para orang tua secara antusias membagikan pengalaman dan keluh kesah mereka terkait tantangan mendidik anak, sekaligus mendapatkan masukan langsung dari pakar pendidikan.
” Pola asuh yang positif dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak dapat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya,“ ungkap Dosen Pembimbing Lapangan, Asri Astria, M.Pd.
Inisiatif mahasiswa PGSD Unsulbar ini menegaskan bahwa tugas mendidik bukanlah beban tunggal seorang guru. Kerja sama antara sekolah dan keluarga mutlak diperlukan agar nilai moral yang ditanamkan di kelas dapat terus hidup dan diterapkan anak saat berada di rumah.
Sinergi yang kuat dari ketiga pilar pendidikan ini diyakini mampu melahirkan generasi masa depan yang berkarakter, bertanggung jawab, dan mampu berkembang secara optimal. (rls/RD01)

