Olah Sampah Plastik dan Styrofoam Jadi BBM, Pengabdian Dosen F-MIPA Tuai Apresiasi

Olah Sampah Plastik dan Styrofoam Jadi BBM, Pengabdian Dosen F-MIPA Tuai Apresiasi

- in Berita, Kabar Kampus
759
0

keterangan foto : Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Unsulbar program Sampah menjadi BBM bersama mahasiswa melakukan kegiatan pengolahan sampah plastik menjadi BBM Alternatif. (Foto : Ist /Putra) 

karakterunsulbar.com – Limbah plastik dan Styrofoam menyimpan bahaya bagi kehidupan, selain mengandung zat berbahaya, plastik dan Styrofoam juga termasuk sampah yang tidak bisa terurai.
Tim Dosen Unsulbar melakukan pengabdian kepada masyarakat yakni mengolah sampah plastik dan Styrofoam menjadi bahan bakar alternatif.

Kegiatan pengolahan sampah plastik dan Styrofoam menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) Alternatif itu berlangsung di kelurahan Pangali – Ali, kecamatan Banggae, Majen, Selasa, 13/08/2024.

ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) program Sampah menjadi BBM, Mufti Hatur Rahmah, M. Si menjelaskan, upaya timnya mengolah sampah plastik menjadi BBM alternatif itu berangkat dari keprihatinan atas fenomena di tengah masyarakat, limbah plastik dan Styrofoam volumenya terus bertambah namun pengolahannya belum optimal.

Dikutip dari Kompas.com, Produksi sampah plastik di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan di tahun 2022, total sampah plastik mencapai 12,54 juta ton.

“ Sampah styrofoam termasuk plastik sampai saat ini belum ada penanganannya yang lebih baik. Sehingga melalui teknologi multi- feedstock pyrolysis ini maka kami mencoba memberikan solusi bagaimana mengolah sampah styrofoam dan plastik menjadi bahan bakar minyak,” ungkap Mufti yang merupakan dosen Program Studi Bioteknologi, Fakultas MIPA.

Tim PKM Unsulbar program Sampah menjadi BBM menyatakan, teknologi yang mulai dikenalkan ke masyarakat tersebut telah melalui dua kali prototyping dan penelitian.

Menurut Mufti, kendati sampah plastik yang diolah sudah menghasilkan BBM serupa minyak tanah, tetap masih perlu pengembangan.

Crude oil yang dihasilkan mungkin akan melalui pengembangan perangkat destilasi sehingga minyak yang dihasilkan ini terdegradasi menjadi solar, minyak tanah ataupun premium. Intinya terus ada upaya untuk mengolah sampah menjadi energi,” jelas Mufti.

Sementara itu, camat Banggae Hifni Zakariya yang hadir langsung pada kegiatan ini mengapresiasi kegiatan pengabdian dosen Unsulbar yang bermanfaatdalam pengendalian sampah, menciptkan lingkungan yang bersih dan sehat.
Disamping pelestarian lingkungan, program itu diharapkan dapat berdampak ekonomi bagi masyarakat.

“Pemerintah Kecamatan Banggae berterima kasih kepada seluruh jajaran civitas akademika Unsulbar yang telah melokuskan kegiatan ini di Pangali-ali sebagai program untuk masyarakat,,” beber Camat tersebut.

Kegiatan pengolahan sampah plasik dan Styrofoam di Pangali – Ali Majene itu juga dihadiri Dekan Fakultas MIPA Musafira, M. Sc, dan M. Irfan yang juga merupakan anggota tim.
Ikut hadir antara lain Muhammad Akil, Sekretaris Kelurahan Pangali-ali, serta para mahasiswa Unsulbar . (RD01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pemilihan Dekan FKIP Unsulbar : Lima Bakal Calon Bersaing

Sekretariat Panitia Pemilihan Dekan (Pildek) FKIP Unsulbar. (Foto