Inovasi Prof. Abdy Penangangan Epilepsi Dengan Matematika, Disampaikan Dalam Pengukuhan Guru Besar

Inovasi Prof. Abdy Penangangan Epilepsi Dengan Matematika, Disampaikan Dalam Pengukuhan Guru Besar

- in Berita, News
234
0

Guru Besar UNM Prof. Muhammad Abdy yang juga rektor Unsulbar menyampaikan orasi ilmiah dalam pengukuhan sebagai guru besar bidang Ilmu Matematika, Senin, 14/07/2025. ( Youtube UNM) 

karakterunsulbar.com – Rektor Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Prof. Muhammad Abdy secara resmi dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam Ilmu Matematika,  Senin,14/7/2025.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Abdy menyampaikan inovasi mengenai penangangan pasien Epilepsi melalui analisis signal dari otak dengan pendekatan Matematik serta Statistik.

Pengukuhan Prof. Muhammad Abdy sebagai guru besar berlangsung di aula gedung Phinisi UNM Makassar.
Melalui siaran langsung di kanal YouTube UNM, acara yang dipimpin Rektor UNM Prof. Dr. Karta Jayadi, M.S tersebut tampak dihadiri berbagai kalangan baik dari jajaran pimpinan UNM maupun dari civitas akademika Unsulbar.

Dari Unsulbar tampak hadir antara lain; Pendiri Unsulbar, Dr. Rahmat Hasanuddin, Rektor Unsulbar periode 2013 – 2023, Prof. Dr. Akhsan Djalaluddin, para Plt. Wakil Rektor, dekan, dosen dan staf Unsulbar.

Selain Prof Muhammed Abdy, UNM diwaktu yang sama juga mengukuhkan Prof. Dr. Muhiddin Palennari dan Prof. Drs. Dr. Adnan. Kegiatanya dari fakultas MIPA UNM.

Dalam tayangan profil, Prof. Muhamamd Abdy yang merupakan dosen tetap F-MIPA UNM, disampaikan bahwa telah menghasilkan 61 publikasi dalam 5 tahun terakhir, yaitu 25 skala nasional dan 36 internasional. Ia juga memiliki tiga HAKI.

Orasi Ilmiah Prof. Muhammad Abdy ( Youtube UNM)

Epilepsi

Dalam orasi ilmiahnya berjudul “Analisis Signal Elektronensifalografi (EEG) Penderita Epilepsi dengan pendekatan Matematik dan Statistik”, Prof. Muhammad Abdy menyamapaikan tentang dinamika Epiplepsi. Bahwa berdasarkan data WHO, prepalensinya sudah mencapai 50 juta penderita.

Ia menjelaskan, analisis EEG pendirita Epilepsi melalui pendekatan Matematika dan statistika berkonstribusi besar dalam memahami aktivititas otak yang kompleks.

Menurut Prof. Aby, aktivitas listrik di otak yang tidak normal menuntut pendekatan analitik yang lebih canggih. Dengan analisis seperti itu, akan sangat membantu dalam penangangan pasien Epilepsi.

” Dokter lebih mudah menentukan letak kerusakan otak menjadi sumber lonjakan listrik saat serangan epilepsi,” ungkap Prof. Abdy.

Dikutip dari laman Kemenkes, Epilepsi, yang juga dikenal sebagai ayan, adalah gangguan neurologis kronis yang ditandai dengan kejang berulang. Kejang ini disebabkan oleh aktivitas listrik yang tidak normal di otak.

Kompas.id edisi 20 Maret 2025 menyebutkan, di Indonesia, jumlah kasus epilepsi per tahun 2024 mencapai 1,8 juta orang atau naik 87,24 persen dibandingkan tahun 2016 dan 2021.
Mengutip hasil studi yang diterbitkan di The Lancet Neurology pada 2019, prevalensi epilepsi di Indonesia 4,3-8 kasus per 1.000 penduduk.

Ketakutan, kesalahpahaman, diskriminasi, dan stigma sosial menyelimuti penyakit epilepsi selama berabad-abad. Stigma tersebut berlanjut di banyak negara saat ini dan dapat memengaruhi kualitas hidup penderita penyakit tersebut maupun keluarga mereka. (RD01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pemilihan Dekan FKIP Unsulbar : Lima Bakal Calon Bersaing

Sekretariat Panitia Pemilihan Dekan (Pildek) FKIP Unsulbar. (Foto