Sentuhan Jiwa di Ruang Sains: Kisah Dr. Nur Merawat Denyut Laboratorium Terpadu Unsulbar

Sentuhan Jiwa di Ruang Sains: Kisah Dr. Nur Merawat Denyut Laboratorium Terpadu Unsulbar

- in Berita, Kampusiana
80
0

Kepala UPA Lab. Unsulbar, Dr. Muhammad Nur, M.Si ( Foto : Ist). 

Karakterunsulbar.com — Bagi sebagian orang, laboratorium kerap dibayangkan sebagai ruang yang dingin. Deretan tabung reaksi, mikroskop, dan aroma bahan kimia sering kali memancarkan kesan kaku yang berjarak dari kehangatan interaksi manusia.
Namun, di kampus Padha-Padhang Tande Timur Majene, stigma itu perlahan runtuh.

Pada 17 Juni 2026, Aula Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menjadi saksi ketika Rektor Prof. Muhammad Abdy kembali melantik Dr. Muhammad Nur, M.Si., sebagai Kepala Unit Pelaksanaan Akademik (UPA) Laboratorium Terpadu Unsulbar.

Penunjukan untuk periode kedua ini bukan sekadar kelanjutan birokrasi, melainkan sebuah penegasan tekad: bahwa sains terbaik lahir dari pengelolaan yang memanusiakan manusia.

Rektor Unsulbar, Prof. Muhamad Abdy melantik Dr. Muhammad Nur, M.Si bersama pejabat struktural lainnya, 17 Juni 2026. (foto : ist)

Kesaksian mendalam datang dari Dr. Ir. Tenriware, Wakil Dekan Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) Unsulbar periode 2018–2026. Sebagai mitra yang kerap berjalan beriringan dalam berbagai agenda akademik, Dr. Tenriware paham betul bagaimana Dr. Nur (sapaan akrabnya,-) mengembangkan atmosfer kerja di laboratorium menjadi lebih humanis.

Di mata rekan-rekannya, Dr. Nur adalah tipe pemimpin yang menolak menjaga jarak. Ia tidak hanya membaca angka-angka laporan atau terpaku pada prosedur operasional, melainkan meluangkan waktu untuk memahami kebutuhan, menyelami potensi, serta menghargai sudut pandang setiap anggota timnya.

“Beliau selalu mengedepankan komunikasi dua arah dan transparansi. Hal ini terlihat nyata dari kejujurannya dalam sistem pengelolaan keuangan yang transparan, sepenuhnya dipercayakan kepada tim,” ungkap Dr. Tenriware.

Wakil Dekan Fapetkan 2018 – 2026, Dr. Tenriware (kanan) bersama Dr. Muhammad Nur. (fot; FB Tenriware)

Atmosfer inklusif inilah yang membuat seluruh staf merasa memiliki ruang kolaborasi yang sehat. Ketika situasi mendesak atau tim berada dalam kondisi terjepit, pria asli Palattae ini dikenal tetap tenang, mengedepankan koordinasi, serta cepat tanggap dalam mengambil keputusan di lapangan.

Energi Muda dengan Rekam Jejak Paripurna

Kepada jurnalis karakterunsulbar.com, Vinolia, pada 21 Juni 2026, Dr. Nur memaparkan mimpi besarnya untuk periode kedua ini. Ia ingin membawa laboratorium melompat lebih jauh, menjadikannya sentra inovasi-sains yang inklusif, bukan sekadar tempat praktikum mahasiswa.
Namun, transformasi tersebut tidak melupakan aspek mendasar dari perlindungan manusia.

Fokus pertamanya justru menyentuh keselamatan kerja melalui penyusunan ulang POB/SOP dan pelaksanaan monitoring program kerja secara ketat. Secara bertahap, ia juga memprioritaskan peningkatan kompetensi tenaga laboran, pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta kalibrasi peralatan.

Kepala UPA Lab Unsulbar, Dr. Muhammad Nur, M.Si (Foto : Ist ).

Di sisi lain, ia ingin terus mengembangkan laboratorium dengan memperluas jejaring keluar. Kerja sama dengan perguruan tinggi lain, lembaga penelitian, pemerintah, hingga sektor industri kini tengah dipersiapkan.
Lahir pada 24 Desember 1990, di Pallattae, kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Dr. Nur, sapaan akrabnya membawa optimisme, dengan usia 35 tahun, energi muda yang progresif dipadukan dengan kematangan emosional yang stabil.

Di usia yang relatif muda, Dr. Nur telah mencatat perjalanan akademik yang padat. Ia kini menjadi salah satu akademisi Unsulbar yang aktif mengembangkan riset. Ia juga menjabat sebagai Koordinator Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat pada Masyarakat Iktiologi Indonesia sejak 2023.

Rekam jejak risetnya juga membanggakan, Dr. Nur telah memperoleh pendanaan riset sebanyak 15 kali, baik sebagai ketua maupun anggota peneliti. Sumber pendanaan itu berasal dari berbagai skema, mulai dari DRTM Kemendikbudristek, DIPA Unsulbar, Dikti LPDP, hingga BRIN.

Pada 2024, ia juga meraih penghargaan sebagai Peneliti Terbaik II lingkup Universitas Sulawesi Barat dan memperoleh skor SINTA terbaik di lingkungan Unsulbar.
Kembalinya Dr. Muhammad Nur ke kursi kepemimpinan meniupkan segudang optimisme baru di Unsulbar.

Dr. Muhammad Nur, M.Si membuktikan sebuah tesis penting dalam dunia akademik: bahwa laboratorium terbaik bukanlah tempat yang hanya dipenuhi oleh alat-alat paling mahal dan canggih, melainkan ruang ilmiah yang dirawat oleh tangan-tangan manusia yang peduli, jujur, dan bergerak bersama demi kemaslahatan ilmu pengetahuan. (VIN/RD01)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Akreditasi Unggul 4 Prodi FIKES Unsulbar dan Efeknya bagi Kesehatan Sulbar

Rektor Unsulbar, Prof. Muhammad Abdy (kanan) saat mengunjungi