Sinergi Penangangan Anak Tidak Sekolah, Unsulbar Hadirkan Unit Edukasi & Pemberdayaan Masyarakat

Sinergi Penangangan Anak Tidak Sekolah, Unsulbar Hadirkan Unit Edukasi & Pemberdayaan Masyarakat

- in Artikel
38
0

Peluncuran  Unit Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat FKIP Unsulbar. (Foto : ist)

Karakterunsulbar.com – Unit Edukasi dan Pemberdaan Masyarakat telah hadir di Unsulbar.
Salah satu program prioritas dari lembaga yang berada di bawah naungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) itu adalah aktif dalam program penangangan anak putus sekolah (ATS) di Sulbar.

Dalam siaran pers yang diterima karakterunsulbar.com, Ketua Unit Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat FKIP Unsulbar, Asmirinda Resa, M.Pd menjelaskan, unit hadir untuk mengelola kegiatan edukasi dan pemberdayaan secara lebih terarah.

” Lembaga ini menjadi wadah untuk mengelola berbagai kegiatan yang mempertemukan kapasitas akademik perguruan tinggi dengan kebutuhan sekolah, pemerintah, dan masyarakat,” kata Asmirinda, Senin, 14/09/2026.

Ia menambahkan, Unit Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat ini merupakan pengembangan dari Unit Asistensi Mengajar FKIP yang sebelumnya lebih berfokus pada keterlibatan mahasiswa di satuan pendidikan.
Dengan perubahan kelembangaan itu, ruang lingkup Unit berkembang dengan menyentuh menyentuh aspek edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Peluncuran Unit Edukasi dan Pemberdaan Masyarakat (EPM) FKIP Unsulbar itu berlangsung Sabtu, 12 September 2026 di aula Theater Unsulbar, kampus Padha-Padhang, kelurahan Tande Timur, Majene.

Rektor Prof. Muhammad Abdy memberikan sambutan dalam peluncuran Unit EPM (Foto : Ist)

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid itu dihadiri antara lain, Rektor Unsulbar, Prof Muhammad Abdy, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar,  Nehru Sagena, M.Si, Dekan FKIP Unsulbar, Dr. Kartika Hajati, pengurus Unit serta para dosen dan mahasiswa.

Dekan Dr. Kartika mengatakan, kehadiran Unit Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat merupakan langkah strategis FKIP untuk memperluas dampak kinerja fakultas bagi masyarakat.

” Kita ingin kegiatan mahasiswa di lapangan tidak hanya dipandang sebagai aktivitas program, tetapi menjadi bagian dari proses akademik yang memberikan pengalaman nyata sekaligus menghasilkan manfaat bagi sekolah dan masyarakat,” jelas Dr. Kartika Hajati.

Rektor Prof. Muhammad Abdy dalam sambutannya juga memberikan dukungan atas kehadiran unit baru tersebut. Ia menyampaikan bahwa di tengah persoalan pendidikan yang sangat kompleks, penting untuk terus mendorong terciptanya hubungan yang produktif dengan berbagai pihak.

Anak Tidak Sekolah

Kepala Dinas Nehru Sagena dihadapan civitas akademika Unsulbar di aula Theater menyampaikan apresiasi atas kehadiran lembaga Unit Edukasi. Ia juga menyatakan dukungan terhadap kolaborasi yang dibangun bersama FKIP Unsulbar.

Menurut Kepala Dinas Nehru, kerja sama antara pemerintah dan perguruan tinggi dinilai penting untuk menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan kondisi pendidikan di lapangan.

” Salah satu bentuk kerja sama tersebut diwujudkan melalui program penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Melalui program tersebut, mahasiswa akan terlibat dalam proses identifikasi, pendampingan, dan penanganan anak tidak sekolah sesuai dengan kondisi yang ditemukan di lapangan,” ungkap Dr. Nehru yang pernah menjadi konsultan dan fasilitator program lembaga PPB, UNICEF.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami persoalan pendidikan secara langsung sekaligus berkontribusi dalam mencari solusi bersama masyarakat dan pemangku kepentingan terkait.

Berdasarkan data Susenas BPS Tahun 2025, jumlah Anak Tidak Sekolah pada kelompok usia 7-18 tahun sebanyak sebanyak 2.922.607 anak. Sementara khusus untuk Sulbar jumlah Anak Tidak Sekolah mencapai 35.000 orang. (rls/RD01).

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Membangun Budaya Peduli di Kampus Lewat Rutinitas Jumat Berkah FKIP Unsulbar

“Jumat Berkah” FKIP Unsulbar berlangsung di depan Gedung