Suasana rumah duka mahasiswa Unsulbar korban kecelakaan lalu lintas, Kamis, 03/9/2026. ( Foto : Ist)
Karakterunsulbar.com — Langit di kampus Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) seakan ikut meredup. Ruang-ruang kelas dan laboratorium perikanan yang biasanya dihidupkan oleh antusiasme para pemikir muda, kini diliputi suasana duka yang teramat dalam bagi seluruh civitas akademika. Dua mahasiswa terbaik yang dikenal rajin dan berprestasi telah berpulang.
Kedua almarhum dikenal sebagai mahasiswa cerdas dan sudah sering dilibatkan dalam berbagai penelitian tingkat nasional.
Dua mahasiswa yang menjadi korban dalam kecelakaan lalu lintas itu adalah Muhammad Imran Sudirman dan Muhammad Isra, dua pemuda harapan keluarga yang tengah menempuh pendidikan di Program Studi Akuakultur, Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) angkatan 2023.
Informasi yang dihimpun, keduanya menjadi korban dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Poros Maros-Bone, tepatnya di kawasan Dusun Tacorong, Desa Batu Putih, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, pada Rabu (2/9/2026) sekitar jam 16.30 WITA.
Sejak kabar duka tersebut beredar Rabu, 2/9/2026, civitas akademika Unsulbar serta masyarakat secara umum ramai menyampaikan duka cita, antara lain melalui sejumlah group WhatsApp.
Banyak yang menyampaikan bahwa keduanya adalah sosok mahasiswa yang baik dan cerdas.
Setelah jenazah kedua mahasiswa tiba di rumah duka, para pimpinan Unsulbar, para dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan Unsulbar mendatangi langsung rumah duka, masing -masing; Muhammad Imran Sudirman di Tamo’, Kecamatan Banggae Timur, Majene dan Muhammad Isra di desa Palece, kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar.
Para pimpinan Unsulbar yang tampak hadir melayat antara lain, Rektor Prof. Muhammad Abdy serta Wakil Rektor 3 Dr. Nur Fitriayu Mandasari

Mahasiswa Berprestasi
Di mata para pengajar, Imran dan Isra wujud nyata dari dedikasi dan kesantunan akademik.
Doktor Indah Sari Arbit, salah seorang dosen Perikanan Unsulbar, tak kuasa menyembunyikan rasa kehilangan yang membekas atas kepergian mahasiswanya.
“Kami merasa sangat kehilangan dan berduka sedalam-dalamnya. Kedua almarhum adalah anak yang sangat baik, cerdas, sopan, dan rajin,” ungkap Dr. Indah kepada jurnalis karakterunsulbar.com, Vinolia, Kamis, 3/9/2026.
Doktor Indah menyampaikan, bahwa kapasitas intelektual dan karakter luhur yang mereka miliki bahkan membuat keduanya kerap mendapat kepercayaan untuk dilibatkan sebagai anggota tim mahasiswa dalam berbagai proyek riset di tingkat nasional.
Kehilangan dua aset intelektual muda ini turut dirasakan oleh pucuk pimpinan fakultas. Dekan Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) Unsulbar, Prof. Dr. St. Nurani, menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya.
Dekan menyampaikan bahwa kedua mahasiswa tersebut sementara melakukan PKL di kabupaten Takalar.
“Saya sebagai dekan Fapetkan sangat kehilangan atas berpulangnya ananda Muhammad Isra dan Muhammad Imran Sudir. Kedua anak ini mempunyai perilaku yang sangat baik, ternyata Allah memanggil mereka lebih cepat,” ungkap Prof. Nurani.
Hari ini, bangku kuliah di Program Studi Akuakultur mungkin menyisakan dua ruang kosong. Namun, jejak kesantunan, kecerdasan, dan semangat riset yang ditinggalkan oleh Muhammad Imran Sudirman dan Muhammad Isra akan terus hidup dan dikenang di lorong-lorong kampus Unsulbar. Selamat jalan, dua pemikir muda. (VIN/RD01)

