karakterunsulbar.com – Pemilihan Umum Raya ( Pemilu Raya ) Presiden – Wakil Presiden mahasiswa Universitas Sulawesi Barat tidak lama lagi akan digelar.
Mahasiswa Teknik meminta agar konsentrasi tidak hanya pada pemilihan presiden – wakil presiden, tapi mahasiswa juga penting memperhatikan pembahasan aturan berlembaga.

” Aturan berlembaga itu sangat penting, itu akan menjadi acuan kita dalam berorganisasi. Kami minta agar (aturan,-) itu dibahas secara serius saat musyawarah besar nanti,” kata ketua Himpunan Mahasiswa Sipil ( HMS ) Fakultas Teknik Unsulbar, Sunarti, Senin (09/10) kepada Reporter KARAKTER, Andriani ( Teknik Informatika 2015).
Aturan berlembaga termasuk dalam organisasi kemahasiswaan, aturan itu disebut sebagai Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga ( AD/ ART ).
Dalam AD/ART umumnya mengatur tentang hal – hal mendasar dalam organisasi, mulai dari azas, struktur organisasi, logo, bendera hingga tata cara pemilihan pengurus.
Baca : CONTOH AD/ART LEMBAGA KEMAHASISWAAN

Peran Himpunan
Mengenai tata cara pemilihan presiden – wakil presiden, Mahasiswa Teknik Sipil kata Sunarti, mendukung penuh pemilihan secara langsung karena lebih demokratis.
Dengan pemilu raya, semua mahasiswa Unsulbar memiliki hak untuk menyalurkan aspirasinya dalam memilih pemimpin.
Ia meminta agar dalam kepanitiaan pemilu raya, lembaga tingkat himpunan juga dilibatkan, karena basis mahasiswa ada pada tingkat himpunan di masing – masing program studi.
” Himpunan perlu dilibatkan sebagai panitia karena presiden mahasiswa mendatang itu juga akan menjadi pemimpin bagi semua himpunan di universitas,” ungkap Sunarti yang juga mahasiswa angkatan 2015.
Menanggapi mulai munculnya sejumlah nama mahasiswa yang diperkirakan maju sebagai calon presiden – calon wakil presiden, Sunarti mengatakan hal itu hal yang bagus dalam mewujudkan masyarakat ilmiah yang demokratis. Menurutnya, mahasiswa Teknik juga punya kapasitas, kemampuan untuk menjadi pemimpin.
” Mahasiswa Teknik punya kemampuan dalam memimpin, kami dididik tentang kepemimpinan untuk memimpin diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.
Ia menyatakan kriteria seorang pemimpin khusunya presiden mahasiswa tidak wajib memiliki IPK yang tinggi, namun pemimpin yang ideal bagi mahasiswa adalah sosok yang memiliki prestasi.
Mahasiswa berprestasi penting karena dapat menjadi panutan sekaligus bisa membantu mahasiswa lainnya. (RD01)

