Asa untuk Nurmaya, Solidaritas dari mahasiswa Unsulbar

Asa untuk Nurmaya, Solidaritas dari mahasiswa Unsulbar

- in Kampusiana
1507
0
Penyerahan donasi kepada Nurmaya yang diterima ibunya, Sanawiah, Minggu (22/10). ( Foto : Misbah / KARAKTER )

karakterunsulbar.com – Kepedulian terhadap seorang anak penderita gizi buruk kembali ditunjukkan sejumlah mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).
Setelah menggelar aksi pengumpulan dana di sejumlah tempat di Majene, para mahasiwa itu kemudian membawa secara langsung dana yang terkumpul ke kediaman anak penderita gizi buruk.

Anak penderita gizi buruk itu adalah Nurmaya, tinggal di pedalaman kabupaten Polewali Mandar, tepatnya di desa Podha – Podha, kecamatan Tu’bi Taramanu.
Desa kediaman anak tersebut cukup sulit dijangkau, disamping berada di daerah pedalaman, akses transportasi ke desa itu juga masih sangat terbatas.

Mahasiswa jalan kaki menjangkau desa tempat tinggal Nurmaya
Mahasiswa jalan kaki menjangkau desa tempat tinggal Nurmaya

Untuk penyaluran bantuan uang tunai tersebut, mahasiswa harus berjuang melewati jalan yang rusak, berjalan kaki selama empat jam.
Selain itu, perjuangan mahasiswa membawa bantuan juga terjadi saat harus melewati sungai tanpa jembatan, mahasiswa naik rakit untuk melintasi sungai.

Hadirnya Empati

Awalnya, empati mahasiswa hadir pertama kali saat mendapat kabar tentang seorang anak, Nurmaya penderita gizi buruk yang pulang paksa oleh orang tuanya dari rumah sakit umum daerah Polewali karena ketiadaan biaya pengobatan.

Kondisi Nurmaya pasca keluar dari rumah sakit makin memprihatinkan, berat badannya menurun.
Kisah bertambah sedih, karena kedua orang tua Nurmaya, Ismail ( bapak ) dan (ibu ) Sanawia tak bisa berbuat banyak karena berasal dari keluarga miskin.

Informasi tentang kondisi Nurmaya itu beredar di kalangan mahasiswa Unsulbar, yang akhirnya memunculkan keprihatinan bersama.

Sejumlah mahasiwa kemudian bergerak, turun ke jalan di kota Majene menggalang dana dari warga untuk Nurmaya.
Panas terik dan rintik hujan diabaikan mahasiswa demi terkumpulnya dana untuk membantu Nurmaya.
Aksi penggalangan dana selama tiga oleh mahasiswa berhasil mengumpulkan Rp 2,6 juta.

Setelah melakukan penggalangan dana, mahasiswa Universitas Sulawesi Barat akhirnya berhasil mengunjungi kediaman Nurmaya akhir pekan lalu, Minggu, 22 Oktober 2017.

Penggalangan dana untuk Nurmaya di Majene oleh mahasiswa Unsulbar
Penggalangan dana untuk Nurmaya di Majene oleh mahasiswa Unsulbar

Jalan Terjal

Kendati butuh perjuangan tersendiri untuk menembus masuk ke desa kediamanan Nurmaya, mahasiswa tak patah arang, perbukitan jalan rusak dan sungai tanpa jembatan dilintasi penuh semangat.

Salah seorang mahasiswa Unsulbar yang membawa donasi, Hardiyanti Novia (pendidikan bahasa Inggris 2013) menceritakan, kelelahan berjalan kaki empat jam dan melintasi sungai dengan rakit, terasa langsung hilang saat uang hasil sumbangan warga, berhasil disampaikan langsung ke Nurmaya melalui orang tuanya.

” Alhamdulillah, meski tidak mudah mencapai desa itu, kami sangat bersyukur, sumbangan warga yang merupakan amanah dapat tersampaikan, semoga donasi itu dapat membantu biaya pengobatan adik Nurmaya, kami berharap Nurmaya bisa pulih, bisa kembali bersekolah, dapat kembali bermain seperti anak – anak lainnya,” kata Novia dengan mata berkaca – kaca tanda haru.

Mahasiswa mendatangi rumah Nurmaya
Mahasiswa mendatangi rumah Nurmaya

Saat menyerahkan bantuan tersebut, mahasiswa didampingi aparat pemerintah desa setempat.

Keluarga Nurmaya menyambut haru kedatangan mahasiswa.Ibu Nurmaya, Sanawiah mengatakan, perhatian dari mahasiswa sangat bermanfaat bagi Nurmaya yang terbaring sakit di rumahnya sekitar empat bulan.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak atas bantuannya. Kami tidak menyangka adik-adik mahasiswa datang jauh-jauh demi Nurmaya” Kata Sanawiah.

Nurmaya kini masih terbaring lemah di rumah orang tuanya yang sangat sederhana, anak itu masih terus membutuhkan bantuan, memerlukan kepedulian dari semua agar kembali pulih, dapat kembali ceria layaknya seorang anak – anak. ( RDO1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Hangatnya Lebaran di Leeds: Kisah Dewi Sartika Merajut Rindu Lewat Tradisi ‘Potluck’

Dewi Sartika, M.Pd, Dosen FKIP Unsulbar  / mahasiswa