Dialog dengan Rektor, Aliansi Bawa Sikap 14 Lembaga Mahasiswa Unsulbar

Dialog dengan Rektor, Aliansi Bawa Sikap 14 Lembaga Mahasiswa Unsulbar

- in Kabar Kampus
1675
0
Ilustrasi, mahasiswa menyampaikan aspirasi. di rektorat Unsulbar. (Foto : dokumentasi KARAKTER )

karakterunsulbar.com – Aliansi Lembaga Kemahasiswaan Universitas Sulawesi Barat menggelar dialog dengan rektor Dr. Akhsan Djalaluddin, Selasa(24/10).

Dalam dialog yang digelar untuk menyikapi dua versi panitia Musyawarah Besar ( Mubes ) dan Pemilu Raya Mahasiswa tersebut, Aliansi membawa penyataan sikap dari 14 lembaga kemahasiswaan se Universitas Sulawesi Barat.

Salah seorang aktivis Aliansi Lembaga Kemahasiswaan Unsulbar, Nanda Chaedar ( Ilmu Hukum ) menjelaskan, dialog dengan rektor tersebut bertujuan untuk membawa aspirasi dari sebagian besar lembaga kemahasiswaan terkait kepanitiaan Mubes dan Pemilu Raya.

” Teman – teman mahasiswa meminta agar Rektor mengambil solusi atas permasalahan (dua versi panitia,-red), kami yakin sebagai pimpinan dan juga sebagai orang tua, rektor akan bijak melihat aspirasi mahasiswa bahwa mayoritas mahasiswa menginginkan panitia mubes dan pemilu raya dibentuk oleh mahasiswa sendiri yakni lembaga presiden mahasiswa,” kata Nanda.

Kepada Rektor, Aliansi menyerahkan pernyataan sikap yang ditandatangani 14 lembaga kemahasiswaan se Unsulbar terdiri atas 5 Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas ( BEM – Fakultas ) dan sembilan ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan / program studi.

Kelima BEM Fakultas yang bertanda tangan dalam pernyataan sikap itu antara lain : BEM Fakultas Teknik, BEM Fakultas Ekonomi, BEM Fakultas MIPA, BEM Fakultas Peternakan dan Perikanan dan Fakultas Ilmu Kesehatan.

Sementara sembilan HMJ yang bertanda tangan adalah : HIMATIF (Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika), HMM Manajemen, HMP Peternakan, HIMAHI Hubungan Internasional, Himabio Pendidikan Biologi, Gemapol Ilmu Politik, HMA Akuntansi, HMPS-IH Ilmu Hukum dan Himabris Pendidikan Bahasa Inggris.

” Teman – teman lembaga mahasiswa lainnya yang belum sempat tanda tangan akan menyusul, bahwa pada prinsipnya mahasiswa sepakat bahwa mubes dan pemilu harus berlangsung jujur, adil dan memperhatikan aspirasi mahasiswa,” ungkap Nanda.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini terdapat dua versi panitia mubes – pemilu raya, yakni panitia versi Muhammad Asdim dan panitia versi Sumitro.
Panitia Muhammad Asdim mendapat SK dari rektor, sedangkan panitia versi Sumitro dibentuk oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas ( BEM – U ).

 

Aspirasi

Dalam pernyataan sikap yang dibawa Aliansi ke rektor itu, tercantum sejumlah poin penting terkait polemik munculnya dua versi kepanitiaan Mubes dan Pemilu Raya.

Pada paragraf awal pernyataan sikapnya, para mahasiswa menyatakan, semua pihak harus mendukung kemandirian lembaga kemahasiswaan sebagaimana yang tercantum dalam peraturan yang berlaku.

Aliansi merujuk salah satu peraturan yang berlaku yakni Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor : 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswan di perguruan tinggi.

“ Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi diselenggarakan berdasarkan prinsip dari, oleh dan untuk mahasiswa dengan memberikan peranan dan keleluasaan lebih besar kepada mahasiswa”, bunyi pasal dua (2) Kepmen tersebut.

Terdapat lima nomor pernyataan sikap mahasiswa terkait polemik panitia mubes – pemilu raya yang diantaranya menegaskan bahwa 14 lembaga kemahasiswan Unsulbar itu hanya mendukung panita yang dibentuk BEM Universitas.

” Kami pengurus lembaga kemahasiswaan Unsulbar hanya mengakui panitia Mubes – Pemilu Raya yang dibentuk BEM-U dengan ketua Sumitro. Kepanitiaan yang dibentuk BEM-U lebih aspiratif karena melibatkan himpunan mahasiswa jurusan ( HMJ,-),” tulis aliansi pada nomor dua.

Aktivis Aliansi lainnya, Ibnu Khattab ( Politik ) menjelaskan, agenda Mubes dan Pemilu Raya adalah pesta demokrasi mahasiswa, sehingga sejak awal sudah muncul aspirasi bahwa semua elemen mahasiswa dilibatkan.

” Mahasiswa ingin Mubes dan Pemilu Raya berlangsung demokratis, sehingga segenap potensi mahasiswa termasuk Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ,- harus diberi ruang untuk terlibat dalam kepanitiaan,” kata Khattab kepada reporter KARAKTER, St. Hartina.

BEM Fakultas Teknik salah satu lembaga kemahasiswaan yang meminta agar HMJ ikut dilbatkan dalam panitia Mubes - Pemilu Raya. ( Foto : Wawan / KARAKTER )
BEM Fakultas Teknik salah satu lembaga kemahasiswaan yang meminta agar HMJ ikut dilbatkan dalam panitia Mubes – Pemilu Raya. ( Foto : Wawan / KARAKTER )

 

Mediasi

Rektor Unsulbar, Dr. Akhsan Djalaluddin setelah menerima aspirasi 14 lembaga kemahasiswaan mengatakan, akan mencermati berkas (penyataaan,-) yang diserahkan aliansi termasuk memastikan siapa yang paling berhak mengeluarkan Surat Keputusan ( SK-) panitia kegiatan mahasiswa.

“Berkasnya saya akan baca baik – baik dan akan saya pelajari dulu,” kata Rektor Akhsan setelah menerima berkas tersebut.

Ikut hadir dalam pertemuan itu, sekretaris rektor, Ahmad Zamad.

Dalam pertemuan itu juga terungkap rencana untuk mempertemukan ke dua versi panitia. (RD01)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pemilihan Dekan FKIP Unsulbar : Lima Bakal Calon Bersaing

Sekretariat Panitia Pemilihan Dekan (Pildek) FKIP Unsulbar. (Foto