karakterunsulbar – Seminar Nasional Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017 di Majene sekaligus menjadi ajang reuni tokoh nasional, Dr. Syarkawi Rauf dengan para pembicara lainnya.
ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU ) Republik Indonesia itu berkumpul kembali dengan sesama mantan aktivis mahasiswa masa perjuangan reformasi 1998.
Pembicara yang juga hadir dalam seminar HMJ GEMAPOL FISIP Unsulbar itu antara lain : ketua HIPMI Sulbar, Supriadi dan Ketua MSI Sulbar Darmansyah.

Sebelum menyampaikan materi, Dr Syarkawi mengungkapkan sebuah kisah menarik saat menjadi aktivis masa reformasi’98.
Salah satu yang terus terkenang bagi Dr.Syarkawi adalah pada tahun 1998, bersama ribuan mahasiswa Unhas menggelar unjuk rasa besar – besaran dengan memblokade bandara Hasanuddin Mandai.
Saat itu 14 Nopember 1998 merupakan hari terakhir Sidang Istimewa (SI) MPR-RI, mahasiswa di berbagai daerah bergerak menuntut sejumlah agenda reformasi, diantaranya menuntut otonomi daerah seluas – luasnya.
Syarkawi kala itu adalah aktivis mahasiswa Unhas dari fakultas Ekonomi.
selain aktiv di organisasi internal, Syarkawi juga menjadi bagian di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ekonomi Unhas.

” Awalnya kita sampaikan ke petugas kita akan demo ke pelabuhan, padahal niat kami memang saat itu akan demo ke bandara, sehingga ketika ribuan mahasiswa masuk ke bandara tidak ada petugas yang berjaga waktu itu, kami demo besar- besaran saat itu karena memang sedang masa perjuangan lepas dari rezim otoriter,” ungkap Syarkawi yang juga alumni pesantren modern IMMIM Makassar.
Lulus sarjana di Unhas, Syarkawi kemudian menjadi dosen di almamaternya Ekonomi Unhas, kemudian meraih gelar master dan doktor Ekonomi di Universitas Indonesia.
Syarkawi juga menjadi chief economist Bank BNI dan kini menjadi salah satu pejabat negara, Ketua KPPU RI.
Setelah Syarkawi, pembicara lainnya, ketua HIPMI Sulbar, Supriadi juga mengungkapkan keseruan saat aksi besar – besaran di bandara 1998.
Bila Syarkawi berasal dari Fakultas Ekonomi, Supriadi merupakan aktivis mahasiswa di Fakultas Matematika IPA ( MIPA ) Unhas.
” Tugas saya saat itu mengkoordinir massa mahasiswa dari fakultas MIPA, kalau moderator pak Farhan yang urusi spanduk waktu aksi itu, saya kebagian di penggalangan massa di fakultas,” kata Supriadi yang juga menjadi aktivis di HMI fakultas MIPA.
Moderator dalam seminar itu adalah Farhanuddin, mantan ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MAPERWA ) Politeknik Ujung Pandang dan pernah menjadi ketua HMI komisariat Politeknik.

Usai meraih gelar sarjana di jurusa Fisika Unhas, Supriadi berkarir di BUMN Pertamina, kemudian menjadi anggota KPUD Sulbar dan kini sebagai ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI ) Sulbar.
Sementara itu, Darmansyah yang juga ketua DPRD Majene saat mahasiswa juga menjadi aktivis di HMI.
Bertemunya para aktivis yang kini sukses di bidang masing – masing menjadi warna lain di seminar nasional GEMAPOL FISIP Unsulbar 28 Oktober 2017 di aula kantor DPRD Majene.
Semangat sumpah pemuda menjadi energi positif bagi generasi milenial khususnya mahasiswa yang terus berjuang dengan nilai – nilai idealismenya. (RD01)


