karakterunsulbar.com – Pemilihan Umum 2019 akan berbeda dari pemilu sebelumnya, salah satunya, penyelenggaraan pemilu legislatif (pileg ) DPR/DPD/DPRD akan berlangsung bersamaan dengan pemilu presiden (pilpres).
Keserantakan pileg – pilpres tersebut juga akan berimplikasi pada makin kompleksnya permasalahan yang dapat timbul dalam pelaksanaan pemilu.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Barat akan menggandeng mahasiswa sebagai upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu.
” Pemilu kedepan tentu akan lebih kompleks, apalagi pileg dan pilpres berlangsung bersamaan, kami akan menggandeng para pemangku kepentingan untuk aktif terlibat, salah satunya adik – adik mahasiswa,” kata ketua Bawaslu Sulfan Sulo, Kamis (02/11).

Terkait dengan usaha peningkatan partisipasi masyarakat tersebut, Bawaslu Sulbar menggelar kegiatan Fasilitasi Organisasi Masyarakat Sipil di Tingkat Provinsi, Selasa – Rabu, 31 Oktober – 01 Nopember 2017 bertempat hotel d’Maleo, Mamuju.
Kegiatan tersebut terkait dengan pelaksanaan pemilu serentak DPR, DPD, DPRD, Pemilu Presiden 2019 dan pemilihan kepala daerah bupati – wakil bupati 2018.
Hadir sebagai pemateri pada kegiatan itu antara lain : pimpinan Bawaslu Sulbar, Supriadi Narno; dosen FISIP Unsulbar, Farhanuddin serta ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulbar, Naskah M. Nabhan.
Sementara peserta betrayal dari : Organisasi Masyarakat ( Ormas ), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM ) se Sulbar, tokoh agama, wartawan media cetak – elektronik serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se Sulbar.
“Salah satu yang menjadi perencanaan Bawaslu dalam pelibatan mahasiswa dalam pengawasan Pemilu adalah bermitra dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat termasuk pelaksanaan KKN tematik khusus pemilu,” kata Sulfan saat memberikan sambutan pembukaan kegiatan.
Ia menjelaskan, partisipasi mahasiswa tersebut dapat berupa membantu Bawaslu memberi penjelasan kepada masyarakat tentang kepemiluan dan lebih khusus lagi mendorong keterlibatan warga ikut mengawasi pelaksanaan pemilu dan pilkada.
Sementara itu, Farhanuddin dalam materinya menjelaskan, rencana Bawaslu untuk melibatkan masyarakat dalam partisipasi pemilu sejalan dengan amanat undang – undang nomor 7/2017 tentang Pemilu.

Menurut Farhanuddin, di dalam undang – undang pemilu terbaru itu mencantumkan bahwa salah satu tugas penting Bawaslu adalah berperan aktif meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu.
” Jumlah relawan pemantau pemilu mengalami penurunan dari pemilu ke pemilu, ini tentu menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mendorong partisipasi aktif masyarakat mengawasi pemilu dan pilkada agar berlangsung jujur dan adil, bebas dari kecurangan, ” kata Farhanuddin yang juga mantan sekretaris Aliansi Jurnalis Independen ( AJI ) kota Mandar, Sulbar.

Pemateri lainnya, Supriadi Narno selaku salah seorang pimpinan Bawaslu Sulbar, banyak menjelaskan tentang regulasi pemilu terbaru yakni UU no 7 tahun 2017.
Sedangkan Naskah M. Nabhan menyampaikan materi tentang Peran Pers dalam Pengawasan Pemilu.

” Materi yang disajikan dalam kegiatan ini sangat bermanfaat, menambah khazanah keilmuan kita sebagai mahasiswa, bahwa masyarakat berdasarkan undang – undang pemilu didorong untuk aktif berpartisipasi mengawasi pemilu,” kata Sugianto, mahasiswa Ilmu Politik Unsulbar angkatan 2016 yang menjadi salah seorang peserta kegiatan Bawaslu Sulbar tersebut.

Setelah menggelar pertemuan dengan LSM, Media, Tokoh Agama serta mahasiswa, Bawaslu Sulbar melanjutkan kegiatan dengan menggelar pertemuan bersama Kepolisian Polda Sulbar, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat, Komisi Pemilihan Umum Daerah Se Sulbar, kesbangpol se Sulbar serta perwakilan partai politik membahas tentang upaya mewujudkan pemilu dan pilkada bersih. (RD01)


