Penulis : Hikmah Sudirman ( Akuntansi 2016)
karakterunsulbar.com – Tri Wulandari adalah lulusan terbaik pada wisuda ke VI Universitas Sulawesi Barat, Kamis 30 Nopember 2017.
Selain memiliki prestasi akademik yang bagus, ternyata Wulandari juga merupakan sosok mahasiswi yang patut jadi panutan, Ia bekerja untuk membiayai sendiri kuliahnya.
Dalam perbincangan dengan KARAKTER, Jumat (01/12), Tri Wulandari, lulusan dari Program Studi Akuntansi menceritakan sekelumit kisah perjuangannya berkuliah di Unsulbar.
Menurut anak ke tiga dari enam bersaudara ini, ditengah keterbatasan ekonomi keluarganya, Ia sejak masuk di Unsulbar 2013 telah membulatkan tekad untuk menyelesaikan kuliah tepat waktu.
Tantangannya juga tidak ringan terutama dari segi biaya, bapaknya adalah nelayan dengan penghasilan tidak menentu, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga.
Karena sudah menjadi tekadnya untuk menuntaskan kuliah dan meraih gelar sarjana, berbagai cara ditempuh Tri Wulandari untuk mendapatkan biaya kuliah, mulai dari pembayaran SPP hingga biaya transportasi ke kampus.

Wulandari kemudian memilih bekerja sebagai pelayan di salah satu warung makan di kecamatan Tinambung, Polewali Mandar.
Selain itu, Ia juga berjualan kue di rumahnya.
” Kuliah sambil bekerja itu kita dituntut untuk pintar membagi waktu, itu agar kuliah yang menjadi tujuan utama tetap tidak terganggu, alhamdulillah, dua – duanya saya bisa jalani,” kata Tri Wulandari.
Kendati harus bekerja ditengah kesibukan kuliah, Wulandari justru mendapatkan prestasi akademik yang bagus, terbukti selama berkuliah di Unsulbar, Wulandari beberapa kali mendapatkan beasiswa seperti Beasiswa Peningkatan Prestasi Akadmik ( PPA ) dan Beasiswa Bank Indonesia ( BI ).
Di kalangan dosen dan mahasiswa, Tri dikenal sebagai sosok yang supel dan suka membantu teman- temannya khususnyan dalam membantu menjelaskan mata kuliah.
” Dia salah satu kebanggan kami di Program Studi Akuntasi, fakultas Ekonomi, dia pintar dan rajin,” puji ketua program studi Akuntasi, Khadijah, M.Si.
Perjuangan keras Tri Wulandari untuk membiayai sendiri kuliahnya berbuah manis, Ia mendapatkan predikat sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3,92.
Kini selepas kuliah, tantangan baru akan dihadapi Tri untuk mewujudkan cita – citanya membahagiakan kedua orang tuanya.
” Sambil mencari informasi beasiswa S-2, saya akan bekerja dulu,” kata saat wisuda di masjid Agung Ilaikal Mashir, 30 Nopember 2017.
Kisah perjuangan Tri Wulandari kuliah dengan biaya sendiri dan mencatat prestasi akademik luar biasa dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa untuk kesuksesan diraih dengan tekad dan perjuangan yang kuat.
Kata orang bijak, Pelaut ulung tidak akan lahir dari laut yang tenang. Selamat untuk Tri Wulandari. ( RD01 )


