Penulis : Nurkhalisa (Pendidikan Fisika 2016)
Karakterunsulbar.com – Kita tidak tahu garis takdir yang akan kita temui selanjutnya. Seperti yang dialami Indayani, mahasiswi Matematika Sains Kelas A angkatan 2017 Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Ia terlibat kecelakaan dan harus dirawat di RSUD Majene, Rabu 13 Desember 2017.
Indayani yang akrab disapa Inda ini lahir di Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Ia merupakan anak bungsu dari dua bersaudara dari pasangan suami istri, Nurdin dan almarhum Suriani.
Ia menyukai pelajaran matematika karena penuh tantangan dan menyenangkan. Semenjak sekolah, namanya selalu masuk dalam kategori peringkat 10 besar.
Meski begitu, Inda juga merupakan mahasiswa yang telah menjalani kehidupan yang butuh perjuangan. Ibunya meninggal sejak ia masih kecil dan besar tanpa kasih sayang seorang ibu. Namun ia dibesarkan oleh nenek yang sangat menyayanginya.
Ayahnya juga harus merantau ke negeri jiran, Malaysia demi menafkahi Inda dan kakaknya. Namun kini kakaknya telah berkeluarga.
Dari penuturan Inda, ia mengaku sejak SD atau kurang lebih 12 tahun terakhir tidak bertemu ayahnya karena tuntutan pekerjaan. Ayahnya punya istri di perantauannya. Kebetulan, ayahnya kini berada kampung dan mendampingi Inda di RSUD Majene.
Rindu yang menggunung itu akhirnya musnah setelah Inda bertemu dengan ayahnya. Meski akhir Desember mendatang ayahnya harus kembali ketanah rantau mengingat di negara tetangga sana ayah Indah juga mempunyai tanggung jawab, yakni seorang istri dan seorang anak.
Belum cukup sebulan, ayahnya berada di tanah Mandar Indah harus mengalami hal yang menyedihkan. Ia bersama temannya, Mansur mengalami kecelakaan saat pulang kuliah akibat jalan yang rusak dan berlumpur. Akibatnya, kaki kiri mengalami luka dan dijahir karena terjepit suspensi dan velg motor dan kini dirawat di RSUD Majene.
- Baca juga : Indayani Kecelakaan, Mahasiswa Unsulbar Trauma
Indah mengaku kuat menghadapi semuanya karena ada sosok sang ayah dan keluarga di sampingnya. Tak lupa, ia juga punya teman-temannya juga datang menjenguk dan mensupportnya.
Setelah menceritakan semua kisah pilunya, Inda bertekad selama kuliah akan belajar sebaik mungkin. Ia juga berharap bisa dapat beasiswa agar bisa mewujudkan cita-cita untuk membahagiakan ayah dan keluarganya. (RD02)

