Musim Hujan, Jalur ke Padha – Padhang Makin Ekstrim

Musim Hujan, Jalur ke Padha – Padhang Makin Ekstrim

- in Kabar Kampus
1463
0
Mahasiswa pengendara motor jatuh saat melewai jalan licin ke kampus baru. ( Foto : FB Bang Andra )

Penulis : Andriani (Teknik Informatika 2015)

karakterunsulbar.com – Musim hujan sejatinya adalah berkah, namun bisa juga berubah menjadi petaka.
Hal itu kini dialami ratusan mahasiswa dan para dosen yang beraktivitas di kampus baru, Padha-Padhang, kelurahan Tande Timur, kecamatan Banggae Timur, Majene.
Pemerintah kabupaten Majene sebagai “pemilik” jalan diminta cepat tanggap melakukan perbaikan jalan yang rusak.

Di musim hujan seperti sekarang, jalan menuju ke kampus baru tersebut makin “ekstrim”, banyak sudah mahasiswa – dosen yang jatuh saat melewati jalan ke kampus baru yang makin rusak.

Jalur Tundaq’ menuju kampus baru, Padha – Padhang. ( Foto : Andriani)

Untuk pengguna motor roda dua, terdapat empat jalur yang bisa menjadi pilihan menuju kampus Padha-Padhang, masing – masing : jalur Tundaq’, Galung, Salabulo serta jalur belakang BTN Lino Malogha.
Namun untuk pengendara mobil, hanya bisa menggunakan jalur Tunda, Galung dan Salabulo.

Dari Empat jalur tersebut, dua jalan yang paling banyak diakses menuju kampus baru adalah jalur Tundaq’ serta jalur belakang BTN Lino Malogha.
Jalur Galung meski cukup mulus namun tidak menjadi pilihan karena jaraknya lumayan jauh, harus masuk melewati jalan depan pasar Majene kemudian tembus ke jalan poros Galung dan belok kiri ke kampus baru.

Beton Retak

Memasuki bulan Desember saat intensitas hujan makin meningkat, kerusakan jalan menuju kampus baru Unsulbar itu juga makin parah.

Salah seorang mahasiswa Teknik Informatika, Nurhayati (2015), Selasa (12/12) mengungkapkan keprihatinannya atas makin rusaknya jalan ke kampus baru.
Nurhayati rutin menuju kampus baru menggunakan sepeda motor dengan melewati jalur Tundaq’, jalur yang juga dilewati truk – truk pengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA ).

” Jalan yang belum diaspal atau belum dibenton itu berlumpur, sedangkan yang sudah dibeton juga rusak parah, retak dan berlobang,” katanya.

Jalan beton retak dan berlobang ( Foto : KARAKTER )

Keluhan juga disampaikan Hasnidah, ( Teknik Informatika 2015), menurutnya, jalanan menuju kampus baru saat memasuki musim hujan akan semakin “ekstrim”.

” Sudah banyak mahasiswa yang jatuh dari motor saat melewati jalan yang belum teraspal, jalan tanah licin, tapi mau bagaimana lagi, kami kuliah di kampus baru,” katanya dengan nada sedih.

Tanggung Jawab Pemkab

Salah seorang dosen Teknik Sipil, Afriansyah,  MT mengatakan,  di musim hujan, perlu perjuangan lebih ekstra untuk menuju kampus baru.
Menurutnya jalan ke kampus baru diluar musim hujan saja sudah sulit diakses, apalagi saat jalanan berlumpur.

” Mestinya pemerintah kabupaten Majene sebagai pemilik jalan tersebut, cepat tanggap memperbaiki jalanan, beton yang retak diperbaiki, jalan yang tanah dibeton atau diaspal. ” kata alumni Magister Teknik ITS Surabaya tersebut.

Jalur “ekstrim” belakang BTN Lino Malogha – Kampus Padha -Padhang. (Foto : KARAKTER )

Ia mengatakan, pemkab Majene semestinya lebih peduli lagi atas keberadaan Unsulbar yang telah berkonstribusi bagi Majene khususnya di bidang perekonomian dengan hadirnya ribuan mahasiswa setiap tahunnya.

” Salah satu yang paling mendesak sekarang adalah perbaikan jalanan, Unsulbar sesuai kesepakatan ada di Majene jadi pemkab Majene harus mensupport penuh kebutuhan mendasar seperti jalanan itu, harap segera diperbaiki,” tegasnya.

Jalur Kebun

Jalur BTN Lino Malogha adalah yang paling banyak dilewati mahasiswa, kondisinya jalan saat ini juga makin memprihatinkan.
Kondisi jalan rusak terparah berada di tanjakan terakhir sebelum masuk kampus bila berkendara dari arah kampus lama Talumung.

Para mahasiswa yang menggunakan motor lebih banyak menggunakan jalur belakang BTN Lino Malogha karena jaraknya lebih dekat

Hadi Chandra Purnomo Sunarso ( Budi Daya Perairan 2017) mengungkapkan, banyak pengendara motor baik yang akan pergi atau pulang kuliah jatuh saat melewati jalur belakang Lino Malogha.

Mahasiswa jatuh di jalur “ekstrim” . ( Foto : FB
Bang Andra )

Di jalan tersebut, mahasiswa melewati kompleks pesantren Hidayatullah, kemudian masuk ke areal kebun warga dan “mengarungi” jalur ekstrim, tanjakan dengan lobang besar dan licin.

” Jalanan tidak layak dilewati, bukan hanya saya yang jatuh, sudah banyak yang lain juga jatuh, jalanan sangat licin,” jelasnya.

Jalur belakang Lino Malogha itu juga menjadi pilihan bagi mahasiswa yang jalan kaki.
Para mahasiswa yang tidak berkendaraan bermotor ini, berjalan dari jalan tepi trans Sulawesi naik ke kampus Padha-Padhang. (RD01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Kerjasama BNPB – Unsulbar Pasca Gempa Dapat Meningkatkan Akreditasi Kampus

Foto: Rektor Akhsan saat menghadiri Rakornas Karakterunsulbar.com –