Demo Mahasiswa Unsulbar Sampaikan Tujuh Tuntutan

Demo Mahasiswa Unsulbar Sampaikan Tujuh Tuntutan

- in Kabar Kampus
2100
0

Foto : Unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Peduli Unsulbar di jalur trans lintas barat (jalinbar) Sulawesi depan rektorat Unsulbar, Selasa (19/12).  (Foto : Nurkhalisa / KARAKTER)

Penulis : Nurkhalisa ( Pendidikan Fisika 2016)

karakterunsulbar.com – Puluhan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat ( Unsulbar ), kembali menggelar unjuk rasa, Selasa (19/12/2017).
Dalam aksinya tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Unsulbar menyampaikan tujuh tuntutan kepada pihak Universitas.
Terhadap berbagai tuntutan mahasiswa, pimpinan Universitas menilai tuntutan masih wajar.

Koorinantor Lapangan (Korlap ) aksi mahasiswa, Arwin mengatakan, unjuk rasa kali ini untuk menyuarakan aspirasi, keluhan mahasiswa utamanya pada bidang akademik dan kemahasiswaan.

” Kami menuntut transparansi pengelolaan dana di kampus, mestinya pengolaaan dana di kampus itu lebih mengutamakan pelayanan bidang akademik termasuk peningkatan fasilitas perkuliahan,” kata Arwin.

Dalam pernyataan sikap tertulis yang dibagi – bagikan, para mahasiswa menyampaikan tuntutan sebagai berikut :

1. Meminta kampus untuk transparan Alokasi Anggaran Dana.
2. Meminta kampus memperjelas statuta kampus.
3. Meminta kampus menurunkan SPP / UKT mahasiswa karena tidak sesuai dengan fasilitas perkuliahan.
4. Meminta kampus Lebih mengutamakan kegiataan kemahasiswaan.
5. Meminta kampus memperjelas eksistensi asuransi bagi mahasiswa.
6. Meminta kampus untuk memperjelas status akareditasi jurusan/ prodi di kampus Unsulbar.
7. Meminta kampus untuk memberi penjelasan kasus dugaan pungutan liar ( pungli ) PKKMB 2016, sebesar Rp 300.000/ mahasiswa.

Menanggapi tuntutan para mahasiswa, Sekretaris Rektor Unsulbar, Ahmad Zamad, M.Si menyatakan, secara umum permintaan mahasiswa masih normal dan wajar.

Saat unjuk rasa berlangsung di halaman rektorat, Ahmad Zamad, turun menerima pengunjuk rasa bersama kepala biro Akademik dan Kemahasiswaan, Latif Dollah, MM.
Ahmad dan Latif menerima pengujuk rasa mewakili rektor dan wakil rektor yang sedang menjalankan tugas di luar daerah.

” (Tuntutan,-) masih wajar – wajar saja, apalagi yang dituntut mahasiswa tentang peningkatan pelayanan akademik,” kata Ahmad Zamad yang juga salah satu pendiri Unsulbar.

Sekretaris Rektor Unsulbar, Ahmad Zamad, M.Si (tengah) berdialog dengan pengunjuk rasa ( Foto : Nurkhalisa)

Kepala Biro Latif Dollah yang ditemui usai unjuk rasa juga merepson positif tuntutan mahasiswa.

” Kita dapat memaklumi tuntutannya ( mahasiswa,-) itu, kita sependapat, namun harus kita sadari bahwa unsulbar ini masih sangat sederhana, semua membutuhkan proses,” ungkap Latif.

Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Latif Dollah, MM ( Kiri) berdialog dengan mahasiswa. ( Foto : Nurkhalisa )

Aksi menuntut peningkatan layanan fasilitas akademik merupakan yang ketiga digelar mahasiswa dalam empat bulan terakhir, yang pertama pada Kamis, 14 September 2017 dan aksi yang kedua berlangsung pada Senin, 18 September 2017.

Baca juga : Mahasiswa Unsulbar Tuntut Perbaikan Fasilitas

Baca juga : Sampaikan Lima Tuntutan, Demo Mahasiswa Dapat Apresiasi Wakil Rektor

Jalannya Aksi

Aliansi Mahasiswa Peduli Unsulbar memulai aksinya dengan long march dari kampus Talumung ke depan rektorat.

Mahasiswa kemudian menggelar aksi di tengah jalan trans Sulawesi, depan rektorat. Massa mahasiswa kemudian membakar ban bekas di tengah jalan.

Untuk mengatasi kemacetan, mahasiswa mengarahkan mobil berukuran kecil dan sedang melalui jalur belakang rektorat.
Sedangkan mobil besar seperti truk tronton tetap dibiarkan melintas.
Unjuk rasa sempat diwarnai insiden, namun secara umum aksi berlangsung aman.

Dari jalan trans lintas barat (Jalibar) Sulawesi depan rektorat, mahasiswa kemudian melanjutkan aksinya di halaman rektorat Unsulbar.
Di sini, mahasiswa kembali menggelar orasi secara bergantian.
Saat aksi berlangsung, turun hujan deras, mahasiswa terpantau tetap menggelar aksi dalam kondisi basah kuyup.

Saat menemui pengunjuk rasa, sekretaris rektor Ahmad Zamad dan Kepala Biro Latif Dollah merespon sejumlah tuntutan mahasiswa.
Menurut Latif, statuta yang dituntut mahasiswa saat ini tengah dalam pengurusan di Kemenristekdikti.

Mengenai tuntutan lainnya, Sekretaris Rektor Ahmad Zamad mengaku belum bisa menjawab karena merupakan kewenangan pimpinan, rektor Dr. Akhsan Djalaluddin.

Massa mahasiswa bersama sekretaris rektor Ahmad Zamad kemudian menggelar mediasi, akhirnya disepakati akan digelar pertemuan dengan rektor dan wakil rektor untuk membahas tuntutan para mahasiswa.

” Insha Allah akan digelar dialog antara mahasiswa dengan pimpinan, rektor dan wakil rektor,” kata Ahmad Zamad.

Setelah menyampaikan tuntutan dan dijanjikan akan dipertemukan dengan pimpinan, massa mahasiswa kemudian membubarkan diri dengan tertib. ( RD01)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pemilihan Dekan FKIP Unsulbar : Lima Bakal Calon Bersaing

Sekretariat Panitia Pemilihan Dekan (Pildek) FKIP Unsulbar. (Foto