karakterunsulbar.com – Sejumlah mahasiswa Unsulbar yang masuk dalam daftar pencabutan bidikmisi mengajukan protes kepada pimpinan kampus. Alasan mahasiswa mengajukan protes itu karena mereka menilai pencabutan bidikmisi tidak sesuai dengan prosedur yang ada.
Mahasiswa merasa menjadi korban dari kepengurusan administrasi akademik yang kurang sesuai. Salah seorang mahasiswa yang juga termasuk dalam daftar pencabutan bidikmisi Asman Firman mengklaim, pencabutan bidikmisinya terjadi karena kesalahan penginputan nilai semester.
“Ini ada kesalahan dalam penginputan nilai sehingga nilai kami kurang dari standar minimal (IPK 2,75),” kata Asman.
Asman yang merupakan mahasiswa Ilmu Hukum angkatan 2017 mengaku, nilainya sebenarnya cukup, namun karena terjadi kekeliruan dalam perekapan nilai, Ia akhirnya menjadi korban dan berakibat pada pencabutan bidikmisi mereka.
“Bidikmisi kami dicabut kerena kesalahan input nilai, padahal nilai kami sebenarnya cukup,” tambah Asman.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unsulbar Latif Dollah, MM. mengatakan, pencabutan bidikmisi ini sudah sesuai dengan prosedur karena salah satu persyaratan utama penerima bidikmisi adalah memperoleh IPK minimal 2,75.

“Kami hanya menerima laporan nilai dari masing-masing fakultas, kemudian direkap dan mencocokkan dengan persyaratan bidikmisi yang ada,” kata Latif.
Lebih lanjut Latif Dollah mengatakan, pihak kampus akan memberikan keringanan biaya kuliah (UKT) kepada mahasiswa yang dicabut bidikmisinya dan akan memprioritaskan ke dalam program-program beasiswa yang lain.
“Kampus akan memberikan kebijakan UKT terendah sesuai jurusan dan angkatannya dan dan akan diprioritaskan untuk usulan beasiswa lainnya,” janji Latif.
Staf Biro Administrasi Akademik Muhammad Dzul Ihsan mengatakan, dari 79 mahasiswa penerima bidikmisi yang dicabut di tahun 2018 ini, mayoritas penyebabnya ialah karena nilai IPK dibawah 2,75.
“Dari 79 mahasiswa penerima bidikmisi ini dicabut penyebabnya macam-macam, ada yang menikah, ada yang mengundurkan diri, ada yang tidak aktif dan sudah pindah tapi mayoritasnya itu karena nilai (IPK semester,-) dibawah standar yakni 2,75,” kata Dzul Ihsan. (RD03)

