Unsulbar Masih Butuh Ratusan Dosen

Unsulbar Masih Butuh Ratusan Dosen

- in Berita
962
0
Universitas Sulawesi Barat di tahun ketiga menjadi perguruan tinggi negeri ternyata masih kekurangan ratusan tenaga pendidik atau dosen.
Pihak Unsulbar berharap kekurangan dosen itu dapat ditutupi pemerintah, selain melalui jalur penerimaan CPNS, dosen dapat direkrut melalui jalur P3K  ( Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja ).
Unsulbar juga membuka peluang bagi alumni terbaik Unsulbar untuk menjadi tenaga pengajar dengan terlebih dahulu menyelesaikan jenjang pasca sarjana. 
 
Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unsulbar, Anwar Sulili pekan kemarin menjelaskan jumlah dosen Unsulbar saat ini di 17 Program Studi belum memenuhi jumlah minimal.
Data yang diperoleh dari Pangkalan Data Perguruan Tinggi ( PDPT ) Unsulbar, jumlah dosen aktiv saat ini di Unsulbar belum mencapai 200 orang. 
Dosen di Unsulbar saat ini terdiri atas CPNS dan tenaga pendidik Non PNS. 
 
“Idealnya Unsulbar dengan Tujuh Fakultas dan 17 program studi butuh 400 an dosen, namun paling minimal untuk saat ini paling tidak butuh 272 orang dosen,” kata Anwar yang juga mantan Pembantu Dekan III Fakultas Pertanian Unhas.
 
Pernyataan Anwar Sulili ini disampaikannya saat menjadi pemateri dalam sosialisasi Kepegawaian khususnya dalam rangka rekrutmen Aparatur Sipil Negara ( ASN ) jalur P3K di Unsulbar di aula Tasha Centre, Selasa (29/06). 
Selain Anwar, tampil sebagai pemateri dalam acara itu antara lain : rektor Akhsan Djalaluddin, tokoh pendiri Unsulbar Rakhmat Hasanuddin serta ketua ILP Unsulbar, Umar Sahaf. 
 
Menurut Anwar, untuk menutupi kekurangan dosen, selain berharap dari penerimaan dosen CPNS, Unsulbar juga menunggu kebijakan pemerintah tentang pengangkatan dosen melalui jalur Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja ( P3K ).
Menurutnya karena saat ini belum ada kepastian pengangkatan dosen melalui jalur CPNS, pihaknya berharap pemerintah dapat mengangkat dosen melalui jalur P3K.
 
” Unsulbar akan sangat terbantu dengan pengangkatan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan melalui jalur P3K, setidaknya pengganjian para dosen dan staf non PNS sudah ditanggung pusat,” kata Anwar. 
 
Sementara itu, rektor Unsulbar Akhsan Djalaluddin mengakui salah satu fokus pembenahan Unsulbar kedepan adalah penambahan tenaga pendidik.
Sementara untuk tenaga kependidikan atau staf dinilai sudah cukup.
 
” Kami mendorong agar alumni Unsulbar khususnya yang memiliki IPK bagus, untuk melanjutkan ke jenjang Strata Dua (S2), kedepan Unsulbar tentu akan masih sangat membutuhkan tenaga pendidik dosen,” kata Rektor Akhsan (RD01) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Manisnya Asa di Desa Saragian: Kolaborasi Mahasiswa Unsulbar dan Pengrajin Aren Menembus Pasar Digital

Pengrajin Aren di desa Saragian, kecamatan Alu, Polewali