Sebagai negara agraris, potensi bahan pangan Indonesia sangat melimpah, namun sebagai negara beriklim tropis, pengolahan dan pengemasan bahan pangan harus menjadi perhatian khusus, pasalnya pangan di negara tropis lebih mudah rusak.
Untuk mengatasi kelemahan tersebut, dibutuhkan pengembangan teknologi pengemasan sehingga bahan pangan dapat lebih tahan lama dan termanfaatkan secara maksimal.
Pengembangan teknologi pengemasan pangan tersebut akan menjadi fokus riset dosen Unsulbar, Nur Alim Bahmi yang berhasil memeroleh beasiswa doktoral (S3) di Universitas Wageningen, Belanda.
Kepada redaksi KARAKTER, Kamis (11/08), dosen Fakultas Pertanaian Unsulbar yang akrab disapa Alim ini menjelaskan ketertarikannya melakukan riset tetang kemasan bahan pangan.
” Kemasan disini memiliki antimicrobial agent yang diekstrak dari tanaman brassica seperti kol atau brocvoli yang berfungsi menghambat mikroba yang terdapat pada pangan. Yang dinamakan active packaging atau kemasan aktif, kemasan aktif ini memiliki agen antimikroba dapat menghambat mikroba dan mempertahankan masa simpan pangan jauh lebih lama,” ungkap Alim tentang rencana risetnya.
Ia menambahkan, Indonesia adalah negara tropis dan memiliki keanekaragaman hayati khususnya pangan. Sifat dasar pangan adalah mudah mengalami kerusakan. Disisi lain, rantai distribusi pun semakin panjang sehingga terkadang pangan akan mengalami kerusakan sebelum tiba pada tujuannya.
” Misalnya saja, daging. Daging tanpa ditreatment pembekuan ataupun pengemasan hanya akan tahan bebrapa hari saja. Jika kita menympan dalam kondisi freezer, juga agak berat dan akan membutuhkan biaya lebih. Maka dari itu, kemasan aktif ini yang memiliki agen antimikroba dapat menghambat mikroba dan mempertahankan masa simpan daging jauh lebih lama dibandingkan tanpa kemasan” tambahnya.
Universitas Waginengen yang akan ditempati Alim meraih gelar doktoralnya kelak merupakan salah satu perguruan tinggi dengan fakultas Pertanian terbaik di dunia.
Studi doktoral Alim di Universitas Wageningen sepenuhnya menjadi tanggungan pemerintah Indonesia melalui beasiswa LPDP yang berada dibawah kementerian Keuangan RI.
Nur Alim Bahmid, dosen Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unsulbar yang meraih beasiswa S3 di Universitas Wageningen, Belanda Foto : FB Nur Alim Bahmid Dikutip dari laman berkuliah.com, Wageningen University and Research Centre adalah universitas yang menyelenggarakan pendidikan sarjana, master hingga doktoral di bidang ilmu hayati yang lebih terkonsentrasi di penelitian. Lebih jauh lagi, penelitian di Wageningen UR ini mendalami permasalahan sosial, saintifik dan komersial mengenai ilmu dan Sumber Daya Alam. Wageningen UR menampung setidaknya 10 ribu mahasiswa yang tersebar di 100 negara.
” Insya Allah rencana awal tahun depan sudah berangkat (ke Belanda,-)” ungkap Alim menyangkut rencana keberangkatan ke negeri Belanda melanjutkan studi. (rd01)

