Maba Yatim Piatu, Bertekad Jadi Ekonom dari Unsulbar

Maba Yatim Piatu, Bertekad Jadi Ekonom dari Unsulbar

- in Berita
1050
0
Hidup adalah perjuangan, kalimat itu cocok bagi Amelia, Mahasiswa Baru ( Maba ) Universitas Sulawesi Barat 2016.
Amelia sejak kecil yatim piatu, namun tetap bersemangat untuk terus bersekolah hingga akhirnya diterima melanjutkan pendidikan  di program studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melalui jalur Mandiri.
 
Untuk membiayai hidup dan sekolahnya selama ini, dia bergantung pada kakaknya yang berprofesi sebagai tukang becak, Amelia juga bekerja serabutan demi kelanjutan pendidikan.
 
Lulus SMA di Majene tahun 2016, Amelia sempat bimbang apakah akan terus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau menganggur dan berusaha mencari pekerjaan.
Keraguan itu muncul melihat kondisi keluarganya yang kekurangan terutama di bidang ekonomi.
 
Amelia ditemui Jumat (12/08) di halaman kampus Unsulbar saat mencari informasi pendaftaran ulang jalur Mandiri.
Kepada KARAKTER, Amelia berbagi kisah ,  ayahnya Juma meninggal dunia sejak 2003, dan ibunya Siani menyusul wafat tahun 2011, Amelia menjadi gadis yatim piatu.
 
Bersama Empat orang saudaranya, Amelia tinggal di gubuk kecil peninggalan mendiang orang tuanya di daerah Tulu, kelurahan Labuang Utara, kecamatan Banggae Timur, Majene.
 
Adalah Husain, kakaknya yang kedua menjadi tumpuan hidup keluarga Amelia. Sehari – hari Husain menjadi tukang becak di Majene.
Hasil mengayuh becak tersebut, selain untuk biaya hidup sehari – hari, juga disisihkan untuk biaya pendidikan adik-adiknya. 
 
” Biaya hidup kami selama ini dari kakak ( Husain,-) , dia jugalah yang mendorong agar saya terus bisa sekolah, Dia rela bekerja keras agar kami adik-adiknya bisa lanjut kuliah,” kata Amelia.
 
Disamping mengandalkan hasil kerja keras Husain sebagai tukang becak, Untuk menopang biaya hidup sehari – hari serta persiapan untuk biaya kuliah di Unsulbar, Amelia juga bekerja serabutan, misalnya bekerja di usaha kue Jalang Kote di Majene.
 
Gadis berjilbab ini yakin dengan sebuah prinsip bahwa dimana ada usaha pasti akan ada jalan.
Sehingga ditengah kesulitan yang dihadapi saat ini, Amelia bertekad bisa sukses kuliah di Unsulbar dan menjadi ekonom.
Amelia menyimpan asa menjadi Ahli Ekonomi atau menjadi profesional di bidang ekonomi. 
 
” Saat berkuliah nanti di Unsulbar, saya akan berusaha bagi waktu agar tetap bisa kuliah dan tetap punya waktu bekerja, membantu ekonomi keluarga serta mencari biaya untuk kuliah,” lanjut Amelia.
 
 
Dihubungi terpisah, Rektor Unsulbar Dr. Akhsan Djalaluddin mengapresiasi tekad Amelia, gadis yatim piatu yang punya semangat tinggi untuk melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi.
 
“Unsulbar akan mencarikan  bantuan beasiswa terhadap mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi, tekadnya ( Amelia,-) untuk kuliah kita apresiasi,” kata Rektor Akhsan.
 
Tekad Amelia untuk kuliah sudah bulat, kedepan tentunya masih akan muncul tantangan yang akan menghadang, semoga Amelia dapat melewati tantangan – tantangan tersebut, dan berhasil mewujudkan cita – citanya menjadi ekonom, Semoga….!!!  ( rd01).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Mahasiswa Perikanan Gelar Lomba Karya Tulis Ilmiah, Peserta Berbagai Kampus Bawa Ide Menarik

Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang digelar Himapri