Foto: Mahasiswa Unsulbar saat aksi demo di depan Gedung Rektorat Unsulbar, Senin (17/9). (Foto Karakter)
Laporan:
Nur Indah Sari (Akuntansi, 2018)
Fifi Fitriani (Ilmu Politik, 2018)
karakterunsulbar.com – Aksi demo Mahasiswa Unsulbar kembali dilakukan. Kali ini, mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Perjuangan Mahasiswa Unsulbar menggelar aksi di depan Gedung Rektorat Unsulbar, Senin (17/9).
Dalam aksi ini, mahasiswa menyampaikan 7 (Tujuh) tuntutan, antara lain mempercepat pembangunan fasilitas kampus, menjalankan proses perkuliahan, transparansi anggaran kemahasiswaan dan memperjelas eksistensi Koperasi Mahasiswa (Kopma) Unsulbar.
Tiga tuntutan lainnya, yakni menolak investasi asing, menolak perkuliahan melalui media online serta menurunkan UKT jalur mandiri.
Muh. Rijal (Ilmu Hukum, 2017) menyebutkan, aksi dilakukan mewakili semangat seluruh mahasiswa Unsulbar, menuntut pihak kampus untuk serius dalam menata kampus.
“Kita hadir di rektorat ini bukan hanya untuk satu dua orang, tapi untuk seluruh mahasiswa Unsulbar, hadirnya kita adalah untuk menuntut kesejahteraan revolusi dalam kampus,” tegas Rijal dalam orasinya

Jenderal Lapangan, Sugeng Abrianto (Ilmu Politik, 2013) kepada Karakter menyampaikan, aksi ini dinilai sudah tepat, melihat sejumlah persoalan di Unsulbar harus segera diselesaikan.
“Apa yang salah di Unsulbar itu yang kami tuntut, itu saja,” jelas Sugeng.
Sugeng berharap, aksi ini dapat memberikan pengaruh serta membawa perubahan signifikan terutama bagi pengadaan fasilitas kampus.
“Perkuliahan lancar, akses jalan bagus, ruang perkuliahan memadai, laboratorium ada, serta buku-buku di Perpustakaan itu mohon edisi-edisi terbaru, ” ungkapnya.
Hingga aksi berakhir, tidak ada satupun pihak kampus menemui para mahasiswa. (RD03)

