Foto : Mahasiswa Ilmu Hukum saat praktik persidangan pada rangkaian acara PAB LDKH Unsulbar, Sabtu (07/12/18).
Laporan : Nurlinda Sabaruddin (Ilmu Hukum, 2017)
karakterunsulbar.com- Lembaga Debat dan Kajian Hukum (LDKH) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kenalkan metode debat kepada kader baru.
Metode debat dikenalkan kepada kader dalam Penerimaan Anggota Baru (PAB) LDKH Unsulbar dengan tema “Membentuk Karakter Insan Debat Yang Kreatif Dan Solutif”.
PAB diikuiti oleh puluhan mhasiswa Ilmu Hukum dari angkatan 2017 dan 2018 itu digelar selama tiga hari 7-9 Desember dengan konsep indoor dan out door.
Konsep indoor digelar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), sedang konsep outdoor digelar di Bukit Baruga Dua, Kelurahan Buttu Baruga, Kecamatan Banggae, Majene.
Metode debat yang dipandu oleh demisioner St. Hartina (Ilmu Hukum 2015) dan Lia Ni’matul Maulia (Ilmu Hukum 2015) bersama dengan Nurlinda Sabaruddin (Ilmu Hukum 2017) ini mendapatkan antusias kader baru dalam mengikuti materi.
Pasalnya, metode debat diperkenalkan kepada kader baru agar karakter insan debat yang kritis dan solutif dapat tumbuh dalam diri setiap kader LDKH Unsulbar.
Menurut salah seorang kader, Reski Hasan (Ilmu Hukum 2018), ia merasa ditantang berdiri didua tempat yang berlawanan dengan menjaga komitmen.
“Saya merasa ditantang berargumen pro maupun kontra”, ungkap Reski.
Dikonfirmasi kepada Ketua Umum LDKH, Asman Firmansyah (Ilmu Hukum, 2017), metode debat diterapkan di PAB agar kader baru terlatih dalam berargumen.
“Kualitas argumen dan etika berargumen harus sejalan”, ujar Asman.
Lebih lanjut ia menjelaskan, karakter debat harus dimiliki setiap mahasiswa untuk menghilangkan kebiasaan debat kusir.
“Kami ingin mereka paham bagaimana cara berdebat yang berkualitas”, tegasnya.

