Puisi : Nur Indah Sari S (Akuntansi, 2018)
Seperti Kolor
Molor seperti kolor
Sebutan sepantas untuk keadaan senguk-senguk ini
Terlalu lucu jika harus ku gali begitu dalam
Aturan sebagai tipuan janggal
Sedang nyatanya tak ada kejelasan
karena tak ada kesadaran akan tanggung jawab
Sudah berani mengambil dan mengata
Ada baiknya berani menunjukkan
Tak ada itu tak ada ini
Bagaimana kemandekan akan jelas
Sedang alasan mu tak berkelas
Apakah hak kami harus tertelan dengan seteguk sabar?
Kurasa TIDAK !!!
Atau haruskah membisu
dengan kalimat yang senyur perindah?
Haruskah diam menjadi jawaban dari tanya?
Kurasa TIDAK!!!
Oh, ini kah bukti adanya ludah dan lidah?
Semua sudah tak samar lagi
Itu berarti ada yang menanti
Dan ada pula yang meludah
Dimana letak konsistensi
yang kau teriakkan didepan kaca
Selang waktu itu, kau hancurkan dengan sekali lemparan
Malulah sedikit karena mulutmu
Sudah beracun, menular pula
Harusnya kau tahu, terlalu banyak yang menertawakan mu
Namun kau sendiri tak pernah ingin tahu
Ku tahu kau sadar, tapi seakan tak ada apa-apa
Hahahaha
Akhir tawa itu geli
Akankah geli menjadi jawabmu di kemudian
Kami MENUNGGU
Menunggu alasan berkelas dengan kejelasan


