Akhir Januari Berkesan Bersama Dosen Australia Berdarah Mandar, Dr. Darfiana

Akhir Januari Berkesan Bersama Dosen Australia Berdarah Mandar, Dr. Darfiana

- in Kabar Kampus
2546
0

Laporan : Nur Indah Sari S (Akuntansi, 2018)

Editor:  Misbah Sabaruddin

karakterunsulbar.com – Selasa (29/01/2019), Unsulbar kedatangan sosok inspiratif pada acara temu ilmiah yang diadakan oleh Unsulbar dengan tema “Meningkatkan Kompetensi SDM dalam Menghadapi Era Persaingan Global” di Aula Tasha Center, Majene.

Sosok itu berasal dari Australia, namun tumbuh dengan darah Mandar yang mengalir di tubuhnya hingga kini, tidak tahu berbahasa Mandar tapi mengerti arti bahasa Mandar.

Namanya adalah Dr. Darfiana Nur. Ia lahir dari seorang Ibu dan Ayah berdarah mandar, Ayahnya dari Pamboang, sedangkan Ibunya berasal dari Kecamatan Banggae.

Wanita kelahiran Makassar itu merupakan anak Ke-4 dari 5 bersaudara, bersekolah di 2 Sekolah Dasar (SD) salah satunya adalah SD Muhammadiyah Samarinda, SMP Negeri 6 Makassar, SMA Negeri 1 Makassar.

Dr. Darfiana kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Gajah Mada (UGM) dengan jalur bebas tes dan kemudian menerima gelar BMath dari UGM Indonesia, MSc (Penelitian) dari University of Western Australia dan gelar PhD dalam Statistik dari Curtin University of Technology Australia.

Setelah menyelesaikan doktornya, ia menjadi peneliti postdoctoral di School of Mathematics Sciences di Queensland University of Technology pada 1999-2001 dan di The University of Newcastle masing-masing pada tahun 2001-2003, sebelum mengambil janji akademik di The University of Newcastle hingga 2014 Dia kemudian bergabung dengan Flinders University pada 2014.

Sebelum sampai di titik seperti sekarang, Dr. Darfiana bercerita, ia sempat diremehkan oleh salah seorang teman mahasiswa di UGM yang berasal dari alumni salah satu sekolah besar di Jogjakarta pada waktu itu. Awalnya hanya sekedar bertanya basa basi sebagaimana pengenalan mahasiswa baru.

“Alumni sekolah dari mana ? ” tanya salah seorang teman mahasiswa,  “Alumni SMA Negeri 1 Makassar” jawab Dr. Darfiana, “Ohh Makassar” jawab teman mahasiswanya seperti meremehkan dan kemudian cuek.

Pada waktu itu, seorang Dr. Darfiana bertekad dalam hati untuk menunjukkan kemampuannya dengan mengatakan dalam hati kecilnya, tunggu pada akhir semester nanti.

“Ohh, awas kamu ya, nanti akhir semester saya perlihatkan IP saya akan paling tinggi,” tuturnya sembari asik bercerita.

Bukan sekedar omongan, terbukti akhir semester waktu itu, Dr. Darfiana berhasil mendapatkan IPK tertinggi dengan nilai A dan satu C yakni mata kuliah agama.

Usai bercerita pengalamannya, Dr. Darfiana berpesan kepada mahasiswa bahwa niat dan kerja keras merupakan bekal utama untuk maju dan sukses.

Terlalu asik dengan cerita banyaknya pengalaman, hingga tak terasa waktu mencapai penghujung dengan sesi tanya jawab oleh mahasiswa yang sama menariknya dengan cerita pengalamannya.

“Selasa untuk akhir bulan Januari ini cukup berkesan dengan adanya temu ilmiah tersebut,” tutur salah seorang mahasiswa Unsulbar, Nur linda (Ilmu Hukum, 2017). (RD03)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pemilihan Dekan FKIP Unsulbar : Lima Bakal Calon Bersaing

Sekretariat Panitia Pemilihan Dekan (Pildek) FKIP Unsulbar. (Foto