Rektor Universitas Sulawesi Barat ( Unsulbar ) Dr. Akhsan Djalaluddin kembali mengingatkan pemerintah kabupaten Majene terkait pembangunan jalan ke kampus baru Unsulbar.
Unsulbar berharap Pemkab Majene dapat menuntaskan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan yang akan tembus dari belakang mess Unsulbar lurus naik ke kampus baru, bukit Padha – Padhang, Tande Timur.
” Tahun lalu dana untuk pembangunan jalan itu sudah ada dari Pemerintah Provinsi, namun kendalanya lahan belum siap, oleh karena itu melalui kesempatan ini, kami mohon pemerintah kabupaten Majene dapat membebaskan lahan untuk akses jalan utama ke kampus baru Unsulbar,” kata Rektor Akhsan saat tampil memberikan presentase di forum Musrenbang Majene, Senin (03/04).
Selain mengingatkan pemkab Majene untuk kembali menganggarkan pembebasan lahan jalan utama tersebut, Rektor Akhsan juga menyampaikan harapan ke pemerintah dan DPRD Sulawesi Barat agar tetap menganggarkan dana pembangunan jalan itu.
Hadir dalam forum Musrenbang saat Rektor menyampaikan usulannya antara lain Wakil Ketua DPRD Sulbar Harun, Anggota DPRD Sulbar Andi Itol Syaiful Tonra, sekkab Majene Syamsiar Mukhtar, para pimpinan SKPD Majene serta para tokoh masyarakat Majene.
Informasi yang dihimpun, untuk jalan utama ke kampus baru Unsulbar, lebarnya 20 meter dengan panjang sekitar 1 KM.
Salah satu kendala yang dihadapi pemkab Majene dalam membebaskan lahan adalah masih ada warga yang belum mau melepas lahan dengan nilai ganti rugi tertentu.
” Jalan tersebut sangat penting bagi kelancaran proses belajar mengajar di Unsulbar, karena nantinya bila semua kelas sudah jadi, proses perkuliahan dipusatkan disana ( Padha – Padhang,-), ” tambah Rektor Akhsan.
Rektor Akshan tampil di forum Musrenbang pemerintah kabupaten Majene 2017 untuk menyampaikan pokok – pokok pikiran Unsulbar bagi pembangunan Majene khususnya di sektor pendidikan.
Disamping soal pembangunan jalan utama ke kampus baru, di forum Musrenbang itu, Rektor Akhsan juga menyampaikan sejumlah usulan terkait desain pembangunan Majene kedepan.
” Perlu komitmen kuat kita semua, pemerintah dan DPRD Majene bahwa Majene ini pusat pendidikan di Sulbar, sehingga karena kita sudah menerima amanah tersebut, Majene harus terus memberi perhatian maksimal pada sektor pendidikan,” lanjut Rektor Akhsan.
Masih di forum Musrenbang tersebut, Rektor Akhsan menyampaikan sebagai pusat pelaynanan pendidikan Sulbar, Majene perlu terus perhatian pada sejumlah sektor, mulai pembangunan infrastruktur serta penciptaan “iklim” yang mendukung suasana akademik.
” Setiap tahun akan ada 2000 lebih mahasiswa akan datang ke Majene, pusat kota Majene akan semakin padat, jalan di tengah kota akan macet, sehingga penting memikirkan pembangunan jalan lingkar Majene, sehingga truk – truk yang akan lewat Majene misalnya tidak perlu lagi masuk ke kota Majene,” tambah Rektor Akhsan.
Rektor Akhsan juga menyampaikan di forum tersebut perlunya peningkatan kerjasama antara kampus dengan pemerintah khususnya dalam pengembangan riset dan penelitian. ( RD01)

